Sukses

5 Manfaat Sinar Matahari bagi Bayi Baru Lahir

Liputan6.com, Jakarta - Kulit sensitif bayi yang baru lahir perlu dilindungi dari efek berbahaya sinar matahari. Menjauhkan bayi dari sinar matahari langsung adalah ide yang baik, namun paparan ringan ke bayi, terutama di pagi hari, justru punya banyak manfaat.

Dilansir Parenting Firstcry, Jumat (22/10/2021), sinar UV di pagi hari datang dengan manfaat kesehatan yang besar untuk bayi. Sebuah studi tahun 2017 oleh University College of Medical Sciences, New Delhi, India menunjukkan bahwa menjemur bayi secara teratur di bawah sinar matahari pagi dapat memberi mereka kadar vitamin D yang cukup untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Studi ini menemukan bahwa menjemur bayi sekitar 30 menit saat masih berusia enam minggu selama seminggu dapat memberinya kadar vitamin D yang cukup untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan secara optimal. Penelitian juga menunjukkan bahwa memaparkan 40 persen tubuh bayi ke sinar matahari cukup untuk mendapat manfaat sinar matahari.

Penelitian juga menunjukkan waktu yang ideal untuk menjemur bayi adalah antara pukul 10 pagi hingga 3 sore. Namun, untuk negara tropis seperti Indonesia, waktu yang direkomendasikan sekitar pukul 7 hingga 10 pagi. Berikut manfaat sinar matahari bagi bayi baru lahir.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 7 halaman

1. Mendapatkan Lebih Banyak Vitamin D

Ini adalah salah satu manfaat terbesar sinar matahari untuk bayi baru lahir. Tubuh manusia memang membutuhkan vitamin D, dan untuk membuatnya, tubuh membutuhkan minimal 15 menit paparan sinar UV setiap hari, tergantung pada warna kulit bayi. Bagi bayi yang berkulit lebih gelap membutuhkan lebih banyak waktu di bawah sinar matahari, namun tetap tidak boleh lebih dari 30 menit.

Vitamin D membantu menyerap kalsium, yang juga dapat memperkuat tulang dan gigi. Dengan mendapatkan vitamin D yang banyak, sistem kekebalan bekerja secara efisien, sehingga tubuh terlindungi dari penyakit.

3 dari 7 halaman

2. Meningkatkan Serotonin

Sinar matahari diketahui meningkatkan produksi serotonin ketika bayi menerimanya dalam jumlah yang diperlukan. Serotonin meningkatkan perasaan bahagia dan aman, selain dapat mengatur tidur dan pencernaan pada bayi.

4 dari 7 halaman

3. Meningkatkan Insulin

Menerima sinar matahari sejak usia dini dapat membantu mencegah kondisi seperti diabetes. Meski bukan satu-satunya fasilitator untuk menginkatkan insulin yang baik, ini jelas merupakan keuntungan tambahan karena vitamin D dalam tubuh dapat membantu mengatur kadar insulin. Pola makan dan olahraga yang sehat selama masa pertumbuhan anak juga sangat bermanfaat dalam mencegah diabetes.

5 dari 7 halaman

4. Mengatasi Penyakit Kuning

Pertumbuhan bilirubin atau senyawa yang membuat penyakit kuning yang tidak terkendali dapat menyebabkan menguningnya kulit bayi yang baru lahir. Sinar matahari dapat membantu memecah bilirubin yang terjadi di jalur katabolik alami, sehingga hati bayi dapat memprosesnya dengan lebih mudah.

Menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi selama 15 hingga 20 menit tanpa pakaian setiap hari dapat membantu mengatasi penyakit kuning ringan. Namun, dalam kasus yang parah, tetap akan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

6 dari 7 halaman

5. Meningkatkan Energi

Ketika bayi yang baru lahir terkena paparan sinar matahari alami, itu dapat membantu mengatur produksi melatonin. Tingkat melatonin pada bayi dapat memengaruhi pola tidurnya, sesuatu yang sangat penting pada tahun-tahun awal bayi baru lahir.

Sinar matahari menyebabkan penurunan kadar melatonin dan meningkatkan serotonin, sehingga dapat meningkatkan energi. Semakin besar area permukaan tubuh yang terpapar sinar matahari dalam waktu cukup, semakin banyak manfaat yang didapat.

Penulis: Vania Dinda Marella

7 dari 7 halaman

Infografis 8 Cara Cegah Bayi Baru Lahir Tertular Covid-19