Sukses

Cerita Wanita Sering Diejek Karena Punya Alis Tebal dan Kumis

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki penampilan yang tak sesuai dengan standar kecantikan masyarakat, membuat wanita asal Denmark, Eldina Jaganjac sering menerima komentar dan tatapan kejam dari orang asing. Itu semua karena ia memiliki alis super tebal yang saling menyambung dan kumis tipis di atas bibirnya.

Meski sempat merasa malu atas kondisinya yang tak biasa, Eldina menolak untuk menghilangkan kelebihan rambut dari wajahnya. Ia hanya sesekali mencukur kumisnya jadi lebih tipis. Ia pernah mencoba menghilangkan bulu-bulu yang ada di tubuhnya. Namun ia semakin merasa lebih mencintai dirinya apa adanya dengan menerima kondisi alaminya.

Dilansir dari laman NY Post, 20 Februari 2021, dengan menjaga alis dan kumisnya, Eldina mengatakan ia jadi bisa lebih mencintai dirinya sendiri. Ia pun memberikan jawaban tegas, membandingkan penampilannya dengan seorang lelaki.

"Saat seorang lelaki tidak mencukur dan tidak mencabut alisnya, tak akan ada yang memerhatikan atau berkomentar. Tidak ada yang luar biasa dari hal itu. Sama seperti banyak wanita lain, saya telah belajar mengawasi diri sendiri," tuturnya.

"Misalnya, saya dulu merasa tidak nyaman pergi keluar kecuali alis saya berukuran kecil, dan saya tidak akan pergi ke gym kecuali kalau kaki saya dicukur bersih," sambung Eldina.

Menurut Eldina, ia hanya fokus pada tugas dan tujuan yang harus ia lakukan. Ia tidak lagi peduli pada bagaimana penampilannya atau apakah orang menyukainya atau tidak, karena ia mungkin tidak akan pernah melihat orang itu lagi.

Saat ia mulai menerima rambut di wajahnya, Eldina mulai merasa kepercayaan dirinya meningkat. Dia sama sekali tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentang penampilannya. Namun terkadang, ia masih menerima komentar dan tatapan aneh dari orang asing.

"Saya tidak peduli apa yang orang pikirkan. Ini adalah pilihan pribadi bagi semua orang untuk memperlakukan dirinya sendiri, dan saya berharap orang tidak peduli lagi atas pilihan seorang wanita," ungkap wanita berusia 31 tahun itu.

2 dari 4 halaman

Jadi Keuntungan

"Saya pernah mengalami kejadian di mana orang-orang mendatangi saya di jalan, mengatakan bahwa itu keren, dan beberapa berteriak kepada saya," lanjutnya.

Untungnya, kata Eldina, sebagian besar komentar kasar di sana-sini yang ia terima biasanya berasal dari anak-anak dan remaja. Sangat jarang orang dewasa yang mengatakan hal-hal tak enak pada dirinya terkait penampilannya.

"Saya pikir memang sulit untuk memahami peran gender ketika Anda remaja dan Anda tumbuh dewasa, jadi saat mereka melihat seorang wanita yang dianggap kurang feminin, para remaja ini bingung dan mulai mempertanyakannya," terangnya.

Saat ini Eldina melihat penampilannya yang tidak biasa sebagai keuntungan, karena ia bisa menentukan dengan cepat apakah seseorang layak untuknya atau tidak. "Saya bisa menyingkirkan orang-orang yang lebih konservatif sejak awal," ujarnya.

Merasa lebih percaya diri dari sebelumnya, Eldina ingin mengajak orang lain untuk berhenti mencemaskan apa yang orang lain pikirkan, karena hal tersebut tak bisa membuat mereka bahagia.

"Saya ingin menyampaikan pesan bahwa kita semua berbeda, dan tidak apa-apa. Tak ada orang yang benar atau salah, tetapi setiap orang, terlepas dari jenis kelaminnya, harus memiliki hak untuk melakukan apa yang mereka inginkan dengan penampilan mereka," pungkasnya.

3 dari 4 halaman

4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: