Sukses

Didiet Maulana Rancang Baju Pengantin Arie Kriting-Indah Permatasari yang Sarat Makna

Liputan6.com, Jakarta - Pasangan selebritas Arie Kriting dan Indah Permatasari, resmi menjadi pasangan suami istri dalam pernikahan yang digelar Selasa, 12 Januari 2021. Pernikahan tersebut tidak dihadiri kedua orangtua Indah Permatasari. Meski begitu, pernikahan Arie Kriting dan Indah Permatasari, dibanjiri ucapan selamat dari para sahabat, seperti Uus dan Ernest Prakasa.

Keduanya pun mengunggah foto-foto pernikahan di akun Instagram masing-masing. Yang banyak menarik perhatian warganet adalah baju pengantin mereka. Indah Permatasari dan Arie Kriting tampil menawan dengan busana modern tapi tetap bercorak tradisional. Busana pernikahan keduanya ternyata dibuat oleh desainer Didiet Maulana.

Hal ini diungkap langsung oleh Didiet Maulana lewat unggahan di akun Instagram dan Twitter miliknya. Menurut Didiet, konsep busana tersebut merupakan keinginan pribadi dari pasangan mempelai.

"Desain terbaik hadir dari komunikasi antar manusia, mengartikan apa yang ada di benak mereka dan mewujudkan mimpi menjadi sebuah karya yang bisa teraba dan terpakai," tulis Didiet dalam unggahan pada Rabu (13/1/2021).

"@indahpermatas dan @arie_kriting menghadirkan apa yang ada di benak mereka, dan kami berusaha mengartikannya dengan bahasa visual dan budaya," lanjutnya.

Didiet menjelaskan bahwa gaun pengantin Indah Permatasari terinspirasi dari pakaian tradisional Baju Bodo. Gaun tersebut memiliki potongan busana rendah ke panjang, serta lengan oversize mirip baju bodo. Sedangkan, bahan gaun adalah kain sutra sengkang Makassar berwarna beige. Menurut Didiet, kain sutra tersebut dibuat di Sengkang, Makassar, dan menggunakan benang emas.

Penampilan Indah Permatasari banjir pujian dari warganet. Aktris kelahiran Ujung Pandang, 23 tahun lalu itu tampak anggun dengan gaun yang terinspirasi dari baju bodo. Sementara itu, baju pengantin Arie Kriting juga lekat dengan budaya Indonesia.

2 dari 4 halaman

Energi dan Doa Baik

Aktor dan komika kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara, 35 tahun lalu itu memesan baju yang kental dengan nuansa Melanesian. Menurut Didiet, jas dengan nuansa modern tersebut memiliki warna abu-abu dengan potongan sederhana. Penampilan pemilik nama asli Satriaddin Maharinga Djongki itu juga mengenakan sarung Buton dan kain khas NTT yang disampirkan di pundaknya.

Didiet menyematkan kalung dari Papua yang terbuat dari batang Anggrek pada busana Arie Kriting. Kombinasi tersebut diharapkan memberikan sebuah energi dan doa baik untuk kedua mempelai.

Sarung atau kain buton merupakan tenunan dengan garis-garis memanjang, sedangkan tenunan menyilang membentuk kain tenun bermotif kotak-kotak. Keduanya biasa dibuat menjadi sarung yang digunakan sehari-hari atau jubah khusus untuk acara adat dan ritual di Sulawesi Tenggara.

Meski hanya mengundang orang-orang terdekat, pernikahan Arie Kriting dan Indah Permasatasari sepertinya dipersiapkan dengan maksimal. Pelaminan mereka terlihat semarak dengan dekorasi yang didominasi bunga-bunga cantik bernuansa merah dan putih dari Farah Décor dan memakai jasa EO, GALA Event Management.

3 dari 4 halaman

Infografis Gaun Pernikahan Raisa

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: