Sukses

Apakah Usaha Maskapai Saat Ini Bisa Membuat Penumpang Aman dari COVID-19?

Liputan6.com, Jakarta - Tak lagi bisa dihindari bahwa pandemi COVID-19 membawa perubahan besar pada sektor penerbangan. Maskapai di seluruh dunia pun mengambil berbagai langkah untuk menghindari penumpang dan staf terpapar virus corona baru.

Mengutip Lonely Planet, Rabu, 14 Oktober 2020, jurnalis penerbangan, John Walton, menyelidiki apa yang sebenarnya sedang terjadi. Juga, apakah upaya preventif itu cukup membuat penumpang tetap aman.

Bepergian di era penyebaran luas COVID-19 lekat dengan ketidakpastian. Maskapai mana yang memblokir kursi berdekatan? Seberapa teliti pembersihan pesawat dan bandara? Akankah maskapai memastikan semua orang memakai masker?

Bagian dari ketidakpastian adalah tak adanya standar global untuk maskapai penerbangan. ICAO, badan PBB yang mengatur penerbangan dalam skala internasional, memang sudah mengeluarkan pedoman, tapi dinilai masih belum jelas.

Hidup di masa pandemi dijelaskan tak akan menemui definisi apa yang aman karena berhadapan dengan penyakit relatif baru. Intinya, para pejabat menyarankan bahwa bepergian melalui udara cenderung menempatkan Anda pada risiko lebih tinggi tertular COVID-19.

Seperti diutarakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat,"“Perjalanan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan dan menyebarkan COVID-19. Tinggal di rumah adalah cara terbaik untuk melindungi diri Anda dan orang lain."

Kabar baiknya, sebagian besar virus dan kuman lain tak menyebar dengan mudah dalam penerbangan karena sirkulasi udara di pesawat, menurut CDC. "Namun, jarak sosial sulit dilakukan pada penerbangan yang ramai, dan duduk dalam jarak enam kaki dari orang lain, terkadang selama berjam-jam, dapat meningkatkan risiko transmisi COVID-19," sambungnya.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Indikator Cukup

Saat ini, maskapai penerbangan mengandalkan beberapa cara utama untuk membuat orang lebih aman di dalam pesawat. Aturannya terdiri dari wajib memakai masker, membatasi kontak interpersonal, menggunakan filter HEPA yang dipasang di banyak pesawat, dan meningkatkan program pembersihan pesawat.

Tak banyak standar nyata untuk keamanan COVID-19, yang berarti maskapai penerbangan pada dasarnya hanya menggunakan penilaian terbaik mereka dalam membuat prosedur pembersihan. Beberapa melalui sertifikasi atau bekerja sama dengan produsen produk pembersih rumah tangga.

Beralih ke membatasi kontak antarpribadi. Di darat, dimungkinkan untuk memasang layar transparan bergaya sneeze-guard untuk mengurangi kemungkinan penularan. Pertumbuhan dalam layanan mandiri dan pemrosesan otomatis juga membantu. Namun, penerapan barang serupa dinilai kurang tepat di pesawat, paling tidak karena apa pun yang ditambahkan ke kabin harus melalui pengujian evakuasi darurat yang ekstensif.

Dari sekian banyak upaya, tanpa standar internasional yang pasti, indikator cukup sulit untuk dinilai. Kendati pesawat terbang sejauh ini belum jadi sumber terlalu banyak kluster, tapi penemuannya bisa jadi karena sistem pelacakan belum dilakukan dengan tepat.

Pada akhirnya, para ahli masih belum tahu seberapa aman atau tidak bepergian dengan pesawat di masa sekarang. Walau terbilang aktivitas berisiko lebih tinggi, publik juga didorong melakukan sejumlah cara relatif sederhana untuk melindungi diri sendiri, sesama penumpang, dan staf maskapai.

Pakai masker, jaga jarak Anda dari orang dan permukaan sebisa mungkin, serta cuci dan desinfeksi tangan Anda secara rutin.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: