Sukses

Harga Pembuatan Visa Schengen Naik Mulai Februari 2020, Apa Manfaatnya Bagi Traveler?

Liputan6.com, Jakarta - Menginjakan kaki di Eropa menjadi impian bagi beberapa orang. Namun, untuk mewujudkan impian tersebut kini Anda perlu mempersiapkan uang lebih banyak dari pada biasanya. Sebab, Visa Schengen mengalami kenaikan hingga 33 persen per 2 Februari 2020.

Dilansir dari laman resmi Visa Schengen (schengenvisainfo.com), Rabu, 5 Februari 2020, kenaikan tersebut telah berlaku sejak Minggu (02/02/2020).

Kenaikan tersebut sejalan dengan adanya pembaharuan kode visa baru yang akan berlaku di semua negara yang merupakan bagian dari anggota Visa Schengen, termasuk Indonesia.

Diketahui, jika dulu pemohon visa hanya perlu membayar 60 Euro atau setara dengan Rp908.953 kini meningkat menjadi 80 Euro atau Rp1.211.938.

Ketentuan tersebut tidak hanya untuk orang dewasa saja, anak-anak pun terkena imbasnya. Untuk visa anak-anak berusia 6—10 tahun meningkat dari 35 Euro atau sekitar Rp530.222 menjadi 40 Euro atau Rp605.969. Sedangkan untuk anak-anak dibawah usia 6 tahun tidak dipungut biaya alias gratis.

Pihak Uni Eropa beralasan bahwa kenaikan biaya visa ini sejalan dengan tingkat inflasi Uni Eropa secara umum sejak 2006. Bahkan, menurutnya, kenaikan visa ini masih terbilang lebih murah dibanding biaya visa untuk negara lainnya.

“Dengan standar internasional, biaya visa 80 Euro tetap rendah. Sebagai perbandingan, mengajukan visa ke Amerika Serikat dikenai biaya 143 Euro dan 126 Euro untuk China. Wisatawan yang hendak ke Australia harus membayar 90 Euro, sementara ke Selandia Baru akan dikenai 146 Euro,” tulis European Commission dalam keterangannya. 

2 dari 3 halaman

Manfaat Pembaharuan Aturan Bagi Wisatawan

Visa Schengen sendiri ialah visa kunjungan singkat yang memungkinkan seseorang melakukan perjalanan ke setiap wilayah yang masuk dalam anggota Schengen. Visa tersebut berlaku hingga 90 hari untuk tujuan pariwisata atau bisnis.

Visa Schengen sendiri berlaku di 26 negara yang ada di Eropa. Beberapa negara tersebut antara lain adalah Austria, Prancis, Denmark, Jerman, Italia, Spanyol, Portugal, dan Finlandia.

Setelah adanya aturan baru, masyarakat sudah harus mengajukan visa dari enam bulan sebelum keberangkatan, berbeda dengan sebelumnya yang bisa diajukan sejak tiga bulan. Peraturan ini berbeda untuk pelaut, mereka bahkan sudah harus mengajukan visa sembilan bulan sebelumnya.

Namun, kini pemohon dipermudah dengan adanya layanan visa yang bisa diisi melalui sebuah aplikasi. Dengan adanya kode baru, negara anggota Schengen pun akan menyediakan layanan eksternal pembuatan visa di setiap negara melalui kedutaan atau konsulat mereka.

Menurut keterangan Schengen Visa Info, perubahan aturan ini justru memberikan manfaat bagi wisatawan, baik untuk bisnis, pariwisata, atau tujuan jangka pendek lainnya. Mereka akan mendapatkan visa multiply-enter  yang berlaku hingga lima tahun.

Untuk mendapatkanya, wisatawan haru memenuhi tiga syarat, yaitu mereka secara sah telah menggunakan visa sebelumnya, memiliki ekonomi yang baik di negara asal, dan memiliki kesadaran untuk meninggalkan negara anggota Schengen sebelum masa berakhirnya visa. (Tri Ayu Lutfiani)

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Pesona Broken Beach Nusa Penida, Pantai Rusak tapi Memikat
Artikel Selanjutnya
Studi: Musim Dingin Menjadi Waktu Paling Riskan Untuk Terserang Virus di Atas Kapal Pesiar