Sukses

Komitmen Pelayanan Bank Darah Tali Pusat Kelas Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa orang tua mungkin memilih menyimpan tali pusat bayi yang baru lahir, namun tidak dengan darahnya. Darah tali pusat adalah darah yang terdapat pada tali pusat (tali pusar) dan plasenta setelah bayi lahir.

Darah ini diyakini dapat digunakan untuk menangani berbagai penyakit. Benarkah?  PT Cordlife Persada (Cordlife), perusahaan pertama yang mengoperasikan pemrosesan darah tali pusat dan kriopreservasi di Indonesia berhasil meraih akreditasi sertifikasi prestisius dari American Association of Blood Banks (AABB).

Akreditasi AABB yang didapat perusahaan pada Oktober 2019 ini menjadikan Cordlife sebagai bank darah tali pusat pertama di Indonesia yang mendapat sertifikasi global akreditasi AABB.

Sertifikasi AABB dalam dunia kesehatan internasional dinilai sebagai salah satu syarat penting dalam memilih atau merekomendasikan sebuah bank darah tali pusat.

Standarisasi dari AABB diakui sebagai salah satu yang tertinggi di dunia. Hal ini menunjukkan komitmen Cordlife untuk menyediakan fakta dan metode terbaik dalam pemrosesan serta penyimpanan unit darah tali pusat yang siap digunakan hingga dibutuhkan di masa mendatang.

Dalam siara persnya, Retno Suprihatin selaku Country Director PT Cordlife Persada mengungkapkan, status akreditasi AABB yang diperoleh oleh PT Cordlife Persada, ini menjadi bentuk assurance bagi para klien mereka bahwa Cordlife senantiasa berfokus pada kualitas dan keamanan penyimpanan darah tali pusat.

"Bukan hanya itu, kini klien Cordlifejuga dapat memilih untuk melakukan transplantasi sel punca di luar negeri, dimana regulasi yang ada adalah mewajibkan sel punca tersebut berasal dari fasilitas yang telah terakreditasi oleh AABB, atau yang setara untuk melakukannya," terang Retno.

Ia menambahkan bahwa AABB telah memimpin perkembangan untuk standarisasi bank darah sejak 1957. Dari 1991 dan seterusnya, AABB menerbitkan standar kualitas dan layanan bank darah tali pusat (yang diperbaharui secara terus menerus berdasarkan pengetahuan yang ada di lapangan), dan standarisasi ini yang diakui sebagai salah satu standar paling tinggi di dunia.

"Akreditas AABB dinilai sebagai salah satu syarat penting dalam memilih atau merekomendasikan sebuah bank darah tali pusat, sehingga keberhasilan mendapat akreditasi sertifikasi AABB merupakan hal yang penting bagi Cordlife dan industri teknologi kesehatan di Indonesia khususnya dalam industri penyimpanan darah tali pusat," tuturnya.

Akreditasi AABB Menunjukkan Kualitas Cordlife

Cordlife adalah Bank Darah Tali Pusat pertama yang membangun fasilitas Laboratorium penyimpanan darah tali pusat di Indonesia pada 2007.  Pada April 2019, Cordlife menempati lokasi baru untuk mendukung perluasan layanan, dimana pada lokasi baru tersebut laboratorium Cordlife memiliki kapasitas penyimpanan sel punca darah tali pusat sampai dengan 70.000 unit sel punca atau tujuh kali lebih besar dari kapasitas penyimpanan sebelumnya.

Saat ini selain layanan penyimpanan darah dan membran tali pusat, Cordlife juga memiliki layanan pemeriksaan NIPT (Non Invasive Prenatal Test), skriningbayi baru lahir pada kelainan metabolisme bawaan serta layanan pemeriksaan DNA.

Menurut Retno, Cordlife hadir sesuai dengan visi dan misinya untuk membantu memberikan hidup yang lebih sehat, lebih bahagia dan lebih baik. Cordlife memberikan solusi layanan kesehatan terpercaya melalui inovasi, teknologi maju, dan komitmen terhadap kualitas, yang kali ini ditunjukkan lewat akreditasi AABB yang baru saja diperoleh.

"Sejak awal hadir sampai saat ini, Cordlife telah melayani lebih dari 13 ribu klien dimana angka tersebut juga terus tumbuh seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk menyimpan darah tali pusat bayinya," tutur Retno.

Pentingnya Darah Tali Pusat

Darah tali pusat, disebut juga "darah plasenta", adalah darah yang tertinggal dalam tali pusat dan plasenta sesaat setelah bayi dilahirkan dan setelah tali pusat dipotong. Selama kehamilan, tali pusat berfungsi sebagai penghubung kehidupan antara ibu dan anak.

Darah tali pusat kaya akan sel punca yang dapat digunakan sebagai pilihan terapi pengobatan dimana saat ini sel punca dapat membantu terapi lebih dari 80 jenis penyakit seperti leukemia dan thalasemia.

Selain itu, hanya ada satu kali kesempatan untuk proses pengambilan darah tali pusat yaitu sesaat setelah proses persalinan, itulah mengapa sel punca darah tali pusat ini menjadi sangat penting dan bermanfaat untuk disimpan.

Cordlife sangat menyadari pentingnya darah tali pusat bagi perkembangan pelayanan kesehatan di Indonesia. Oleh sebab itu sebagai bagian dari penyelenggara pelayanan kesehatan, sebagai Bank Darah Tali Pusat Cordlife selalu berkomitmen terhadap kualitas dan tunduk akan peraturan pemerintah.

Mereka sudah memiliki sertifikasi ISO 9001: 2015, serta Surat Izin Operasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mengikuti PerMenKes No. 48 terkait dengan standar bank sel punca darah tali pusat.

Retno menjelaskan, antusiasme masyarakat Indonesia sangat positif terhadap layanan Cordlife, sehingga pertumbuhan layanan mereka pun melesat hingga double digit.

Selain itu, lebih dari 50 persen klien mereka juga sangat berkenan untuk merekomendasikan Cordlife kepada kerabatnya yang sedang hamil, dan itu sangat membantu efek berantai dari edukasi yang mereka lakukan.

“Akreditasi AABB pada Cordlife dapat menambah lagi kepercayaan masyarakat, kami berharap lebih banyak lagi masyarakat yang mendapat manfaat dari menyimpan darah dari pusat, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia,” pungkas Retno Suprihatin.

Loading
Artikel Selanjutnya
13 Tokoh dan 2 Kabupaten Raih Penghargaan dari Kementerian Kesehatan