Sukses

6 Kasus Tempat Wisata Berubah Jadi Abu Gara-Gara Puntung Rokok

Liputan6.com, Jakarta - Bentuknya kecil, tapi bila dibuang sembarangan, dampaknya besar. Tak jarang sejumlah tempat wisata nan cantik jadi korbannya. Itulah si bekas puntung rokok.

Puntung rokok yang dibuang sembarangan bisa mendatangkan masalah. Yang paling kentara, mengotori tempat wisata yang cantik alami hingga mengganggu kenyamanan pengunjung lain. Pada kasus yang lebih berat, puntung rokok yang dibuang sembarangan bisa menyebabkan kebakaran hebat. 

Terhitung sudah banyak tempat wisata di Indonesia yang berubah jadi abu dalam sekejap hanya gara-gara orang tak bertanggung jawab membuang puntung rokok secara sembrono. Kasus terbaru adalah kebakaran yang melanda kawasan wisata Kawah Putih, Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Kebakaran di Kawah Putih terjadi sejak Senin, 7 Oktober 2019. Hingga dua hari berlalu, api belum juga padam secara tuntas lantaran daerah yang curam, terjal dan berangin. 

Walaupun hingga saat ini penyebab kebakaran masih diselidiki, Supriyanto, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, menduga kebakaran dipicu oleh puntung rokok. Luas wisata daerah Ciwidey yang terbakar kurang lebih telah mencapai 15 hektare dan kemungkinan bisa bertambah lima hektare lagi karena ada wilayah yang susah terjamah para pemadam kebakaran.

Kebakaran itu juga melahap Skywalk Cantigi, objek wisata terbaru di sana yang diresmikan beberapa bulan lalu. Akibat kebakaran itu, objek wisata Kawah Putih ditutup sementara sampai kondisi lebih kondusif dan aman bagi masyarakat. Penutupan itu juga menyebabkan para pedagang yang banyak menggantungkan hidup pada kunjungan wisata harus menutup usahanya sementara waktu.

Selain Kawah Putih, masih ada tempat lain yang mengalami kejadian serupa gara-gara puntung rokok. Liputan6.com merangkum lima lainnya dikutip dari sejumlah sumber.

 

2 dari 7 halaman

Taman Nasional Komodo

Kebakaran akibat puntung rokok juga menimpa Gili Lawa yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo, pada Rabu, 1 Agustus 2018. Kepala Taman Nasional Komodo, Budhi Kurniawan, mengatakan bahwa penyebab kebakaran kawasan wisata diduga karena sampah puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh wisatawan penumpang kapal 'Indonesia Juara'.

Wilayah topografi berupa padang rumput (savana) juga menjadi salah satu rentan terjadinya kebakaran. Luas padang rumput yang terbakar yaitu mencapai 10 hektare. Lebih mengenaskan lagi, peristiwa ini menjadi peristiwa kebakaran Taman Nasional Komodo yang kedua pada 2018.

3 dari 7 halaman

Bukit Kandis

Kebakaran di kawasan wisata Bengkulu Tengah ini terjadi pada Rabu, 11 September 2019. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bengkulu Tengah, Bambang Irawan mengungkapkan bahwa kebakaran diduga karena puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengunjung, dilansir dari Antara, Rabu, 11 September 2019.

Kebakaran di bukit yang memiliki ketinggian 115 meter ini terjadi kedua kalinya setelah pada 1990an, bukit tersebut pernah sengaja dibakar. Selama peristiwa kebakaran ini, berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebanyak 1211 titik panas terpantau di wilayah Sumatera dan asap Karhutla juga menyelimuti Kota Pekanbaru dan menyebabkan kualitas udara menurun.

4 dari 7 halaman

Hutan Pinus Tana Toraja

Kebakaran hutan pinus Tana Toraja ini terjadi pada Rabu, 24 Juli 2019. Menurut keterangan saksi, Alfin (23), api disebabkan akibat puntung rokok yang dibuang saat melintas di lokasi.

Puntung rokok hanya membakar semak belukar di pinggi jalan, tapi karena kencangnya angin yang bertiup saat itu, apinya menjadi besar dan membuat pohon pinus di sekitarnya ikut terbakar.

Cornelius Lolo, Komandan Koramil Saluputti Peltu menjelaskan tiga hektare lahan hutan pinus diperkirakan hangus terbakar. Untuk memadamkannya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Toraja diterjunkan dan pemadam kebakaran mengerahkan tiga unit armada.

5 dari 7 halaman

Gunung Rinjani

Pada Rabu, 13 September 2017, kebakaran hutan terjadi di Taman Nasional Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut Polisi Hutan KPH Rinjani Timur, Muhammad Rym mengatakan penyebab kebakaran ini karena ulah manusia yang membuang puntung rokok sembarangan.

Beberapa peristiwa kebakaran terjadi berturut-turut di kawasan ini. Menurut Zainudin, Kepala Resort Taman Nasional Gung Rinjani (TNGR), luas kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Gunung Rinjani selama periode Agustus hingga September 2017 telah menghanguskan 106 hektare lahan.

6 dari 7 halaman

Cadas Gantung

Objek wisata Cadas Gantung yang berada di Majalengka juga ikut menjadi korban orang yang membuang puntung rokok sembarangan. Kebakaran terjadi pada 16 September 2018 sekitar pukul 11.45 WIB.

Akibat kebakaran itu, sejumlah fasilitas di objek wisata yang berada di kawasan Pegunungan Keromong itu hangus. Sepuluh hektare lahan juga berubah jadi abu.

7 dari 7 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Detik-Detik 2 Mahasiswa Unram Terseret Air Bah di Taman Nasional Gunung Rinjani
Artikel Selanjutnya
2 Mahasiswa Tewas Terseret Air Bah di Gunung Rinjani