Sukses

Lebih Dekat dengan Putri Habibie, Cucu BJ Habibie yang Jago Masak

Liputan6.com, Jakarta - Suasana berkabung masih menyelimuti Putri Habibie atas wafatnya Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie). Mengenakan busana hitam, tampak rona sedih membayang di wajah cucu Presiden ke-3 RI itu. 

Siang itu, Selasa, 17 September 2019, Putri meluangkan waktu sejenak untuk meeting di sebuah resto di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Malamnya, ia harus mengurus tahlilan BJ Habibie hingga 40 hari. Ia senang dan bersyukur karena banyaknya simpati dari masyarakat hingga menziarahi makam eyangnya.

"Kalau nggak dijaga, mungkin sekarang pun masih banyak orang yang berziarah ke makam Eyang. Masyarakat antusias banget dan mendoakan Eyang," kata Putri membuka percakapan kepada Liputan6.com.

Segelas teh diletakkan Putri di atas meja sebelah kiri, sedangkan dua buah telepon genggam di sebelah kanan. Putri lalu menjelaskan tentang dirinya yang banyak ditanyakan dalam komentar-komentar di media sosial dan YouTube.

"Aku itu anak dari siapa sih, kok pakai nama Habibie dan dekat. Habibie itu delapan bersaudara. Aku anak dari Habibie yang kelima. BJH (Bacharuddin Jusuf Habibie) itu anak keempat, sedangkan kakekku, Junus Effendi Habibie anak yang kelima," ujar perempuan bernama lengkap RA Marini Putri Ayu Habibie.

BJ Habibie dan Junus Effendi Habibie, lanjut Putri, disebut sebagai 'Habibie otak' dan 'Habibie otot.' Habibie dikenal sebagai sosok yang sangat cerdas, sedangkan kakeknya sosok yang tegas dan keras karena berasal dari militer.

"Mereka itu seperti kembar karena sering main bareng. Keluarga Habibie itu sangat besar dan sangat dekat. Kalau ada yang bilang, kok, cucunya banyak banget? Ya, karena keluarga Habibie itu sangat dekat hingga nggak ada batas. Ini cucu saya, ini bukan cucu saya. Nggak ada kayak gitu, bahkan, anak-anak Indonesia pun disebut sebagai cucunya," papar Putri sambil mengaduk teh pesanannya.

 

2 dari 4 halaman

Biaya Kuliah Sendiri

Putri mengungkapkan mengenai profesinya sangat jauh dengan eyangnya. Ia lebih dekat dengan dapur dan memiliki sekolah masak, Laddy Bake Cooking Class yang bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang memasak. Sejak kecil sudah terpatri dalam diri Putri bahwa hidup harus saling berbagi.

"Buat apa kepintaran yang dimiliki jika tidak digunakan untuk memajukan bangsa sendiri. Artinya, bisnisku ini untuk berbagi manfaat, mengajarkan orang memasak, termasuk berjualan makanan," ujarnya.

Habibie memiliki cucu dengan profesi yang sangat beragam, mulai dari penyanyi dan aktivis, konsentrasi pada pesawat, keuangan, arsitek, pemain sepakbola.

"Semuanya itu dengan sama rata di-support oleh eyang," kata perempuan yang juga penulis buku My Little Home Cook. "Dari cucu-cucunya, nggak ada yang glamor, tapi biasa-biasa aja," tambahnya.

Putri juga menjelaskan tentang dirinya yang terjun ke dunia memasak. Hal yang membuatnya bahagia, bukan hanya soal memasaknya. Namun, juga saat makanan tersebut disukai oleh orang lain.

"Itu yang menjadi candunya," kata anak pasangan M. Tauchid Habibie dan RA Devy R. Habibie ini. "Jadi, sejak kecil memang suka masak," lanjutnya. 

Kesukaan memasak berlanjut hingga Putri duduk di bangku SMA. Karena tak diberi uang jajan yang berlebih, ia menjual makanan dari hasil memasaknya.

"Uang jajanku saat SMA Rp15 ribu, sementara aku ngeband. Pengen beli gitar atau ini-itu, akhirnya aku jual makanan hingga selesai S1 (di Binus)," kata Putri yang juga mengatakan hasil dari berjualan makanan itu digunakannya untuk membayar kuliah hingga lulus S2.

Saat ini, Putri Habibie sedang terus mengembangkan Lady Bake Cooking Class, menulis buku, dan rencana melanjutkan kuliah. Semuanya fokus untuk membantu Indonesia dalam gizi dan makanan.

"Artinya, meneruskan cita-cita Eyang memajukan Indonesia dengan cara masing-masing," tandas perempuan yang juga Presiden Asosiasi Koki Rumahan Indonesia (AKRI), yang bertujuan untuk memperbaiki gizi masyarakat Indonesia.

3 dari 4 halaman

Pesan dari BJ Habibie

Telepon genggam Putri Habibie berdering dan perbincangan berhenti sekitar tiga menit. Ia mengangkat teleponnya dan berbicara.

"Saat makan siang dan ketika nggak ada acara apa-apa, kami bicara soal makanan. Eyang itu very passionate man. Eyang itu nggak hanya berapi-api saat bicara soal pesawat, tapi juga tentang makanan kesukaannya," kata Putri melanjutkan perbincangan.

Menurut Putri, BJ Habibie suka berbelanja di supermarket. Setelah itu, ia memasak dan memanggil cucu-cucunya, tak terkecuali Putri. Saat makan, Habibie tak hanya bercerita tentang Gorontalo, tapi juga tentang keluarga dan perjuangannya.

"Eyang paling suka itu bikin shabu-shabu, steak. Ia menyebutnya steak Rudy, yang hanya ada di Kuningan," kata Putri tersenyum. "Ia juga suka sop tomat, ya, hal-hal simpel. Ia sangat Indonesia, dan makanan favoritnya adalah sop binte dari Gorontalo," sambung Putri.

Di luar makanan, banyak hal yang masih terngiang-ngiang dalam ingatan Putri tentang Habibie. Salah satunya, almarhum meminta agar Putri tak cepat-cepat untuk menikah.

"Nanti aja kawinnya. Lakukan dulu yang ingin kamu wujudkan. Nanti akan juga akan bertemu dengan Habibie-Habibie yang lain. Ia meminta untuk mencari (suami) seperti dirinya," ujar Putri menirukan ucapan Habibie.

Putri ingat betul, pesan itu disampaikan BJ Habibie saat dalam perjalanan menuju bioskop. Ketika mereka hendak menonton film My Stupid Boss 2.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Reza Rahadian Habiskan Waktu 7 Jam untuk Dirias Jadi BJ Habibie
Artikel Selanjutnya
Idham Azis Baca Kutipan BJ Habibie Sebelum Tanda Tangani Pakta Integritas