Sukses

Mera Bura, Napak Tilas Kemerdekaan RI dalam Koleksi Busana Tenun Ikat

Liputan6.com, Jakarta -  HUT ke-74 RI disambut penuh semangat dan antusias, tidak terkecuali dari industri fesyen. Salah satu brand fesyen lokal yang mengedepankan tenun ikat, Copa de Flores menghadirkan persembahan istimewa lewat koleksi terbaru yang mengusung tajuk Mera Bura.

Tajuk tersebut diambil dari bahasa Sikka Maumere, Nusa Tenggara Timur, yang berarti merah putih yang merepresentasikan filosofi bendera Indonesia, di mana merah melambangkan keberanian dan putih berarti suci.

"Supaya pengguna tidak kehabisan cinta karena dalam setiap rajutan benang-benang tenun mengandung cinta mama (para penenun). Tenun dibuat dengan cinta suci seorang mama," kata Dyandrastra Mairavida, Co-Founder dan Creative Director Copa de Flores saat ditemui di talkshow bersama Modal Rakyat, BEKRAF, dan AFPI di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

Copa de Flores memperagakan 17 koleksi Mera Bura dengan suguhan tak biasa, yakni lewat theatrical fashion show bertajuk Reminisensi Jejak Perjuangan dalam Benang Merah Putih.

"Kita terinspirasi dari jejak perjuangan dari masa penjajahan, pakai bambu runcing, baju terinspirasi dari tentara dan pejuang, Rengasdengklok, persiapan proklamasi, dan saat proklamasi," tambah Dyandra.

Brand ini memiliki visi lewat koleksi Mera Bura yang sarat akan nuansa kemerdekaan. Mereka ingin lebih mengekspresikan diri dengan membuat busana-busana yang dikolaborasikan dengan signature mereka, tenun ikat.

"Siluet baju-baju yang terinspirasi dari perjuangan sampai kemerdekaan. Kita ada tank top, rok, celana, kemeja, outer yang bisa dipakai saat formal dan non-formal. Ada obi juga yang dibuat menghadap bawah atau di balik ke atas jadi bralette," tambahnya.

Guna pengembangan usaha, Copa de Flores juga mendapat penyaluran pendanaan sebesar Rp74 juta dari Modal Rakyat, sebuah platform peer-to-peer lending yang fokus pada pendanaan produktif.

2 dari 3 halaman

Paduan Warna dan Bahan Alami

Pengerjaan koleksi Mera Bura memakan waktu hingga enam bulan. Copa de Flores pun menyertakan ragam warna yang dihadirkan dari bahan-bahan alami yang super apik.

"Warna tema besar merah putih, selebihnya ada biru, khaki, dan netral. Bahannya ada tenun dan linen. Bahan alami tenun pakai benang-benang kapas dari pewarnaan alami seperti biru dari indigo, merah dan coklat dari akar-akar," jelas Dyandra.

Koleksi Mera Bura didesain lebih kasul dan dapat digunakan dalam segala kesempatan dan ke mana saja. Koleksi pun lebih menyasar anak-anak muda.

"Aim-nya lebih ke anak muda usia 18--25 tahun dan bisa nyaman dipakai formal atau tidak. Kita sebelumnya riset di Instagram dan langsung ke customer," lanjutnya.

Ke-17 koleksi Mera Bura secara resmi akan hadir di pelaksanaan Jakarta Fashion and Food Festival 2019 pada 17 Agustus 2019 yang berlangsung di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta.

Tertarik untuk memiliki koleksi busana dengan tenun ikat bersemangat kemerdekaan Indonesia? Koleksi Mera Bura dijual mulai Rp300 ribu hingga Rp800 ribu.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Berkebaya Keemasan, Selvi Ananda Terlihat Bersinar dengan Perut Membesar
Artikel Selanjutnya
Kabar Duka yang Justru Didapat Paskibraka Murex Sang Danpok 17