Sukses

Dosa dan 5 Menu Jawara Lain Restoran Plataran yang Wajib Dicoba

Liputan6.com, Jakarta - Tak banyak restoran fine dining yang mengusung kuliner Indonesia. Salah satu yang menyajikannya adalah Restoran Plataran.

Memiliki sejumlah cabang di Jakarta, Liputan6.com berkesempatan mencicipi sederet menu khas Nusantara dengan olahan yang berbeda di Restoran Plataran Menteng, beberapa waktu lalu. Total menu yang ditawarkan mencapai 91 buah.

Meski begitu, cita rasanya masih familiar dan bisa diterima lidah banyak kalangan. Termasuk di antaranya para duta besar negara sahabat yang ingin menikmati hidangan dari dalam negeri.

Dari sederet menu yang dihadirkan, Liputan6.com merekomendasikan enam menu yang wajib dicoba bila berkunjung ke restoran yang berlokasi di Jalan H.O.S Cokroaminoto, Jakarta Pusat itu. Berikut rangkumannya.

1. Dosa

Saat ditawarkan pertama kali, alis saya terangkat tak percaya. Namun, buru-buru dijelaskan bila dosa yang dimaksud adalah minuman campuran kedondong dan sari salak.

Ditempatkan dalam gelas belimbing, minuman berwarna hijau ini otomatis menyegarkan kerongkongan. Rasanya asam manis bikin mata yang mengantuk langsung melek.

Di setiap gelas dosa akan disajikan bersama kiamboy, sejenis manisan dengan permukaan putih seperti berbedak. Menurut Sugeng Sasono, chef Restoran Plataran Menteng, kiamboy berfungsi menetralkan rasa getir dari getah kedondong.

2 dari 7 halaman

2. Salad Prabu

Menu yang ini adalah pasangan dari Salad Dewi. Chef Sugeng bercerita menu itu pesanan khusus dari pemilik Plataran, Yozua Makes pada koki restoran.

Seperti salad lainnya, menu ini kaya akan serat. Ada jambu kristal, bengkuang, mangga muda, wortel, jeruk bali, hingga tomat ceri. Semua dihidangkan segar dan menggoda selera.

Saat menyantapnya, saya merasakan saus Thailand menambah kenikmatan salad yang juga berisi daging sapi. Adanya kacang mede menambah tekstur dalam salad.

3 dari 7 halaman

3. Dendeng Batokok

Namanya familiar sebagai makanan khas dari Sumatera Barat. Tapi, dendeng batokok kreasi Plataran punya perbedaan signifikan, yakni dagingnya yang tipis dan renyah.

Chef Sugeng mengungkapkan proses membuat daging jadi dendeng butuh waktu sehari semalam. Pasal, daging sapi harus dibekukan dulu sebelum diiris tipis dan dibumbui.

Seperti dendeng batokok lain, menu ini juga dihadirkan dengan sambal balado. Namun, bila Anda bukan penyuka pedas, bisa minta sambal dipisah saja.

4 dari 7 halaman

4. Gurame Mangga

Ini dia menu yang paling cepat habis saat dimakan bersama teman-teman kantor. Ikan gurame terbang itu terasa berbeda dengan sambal mangga yang ditaburkan di atasnya.

Irisan mangga mudanya melimpah, ditambah potongan jeruk bali dan saus Thailand, menciptakan rasa segar. Sementara, daging guramenya lembut dan sedikit renyah berkat digoreng terbalut tepung. "Enak banget," puji seorang teman.

5 dari 7 halaman

5. Ayam Joglo

Terdiri dari dua potongan besar ayam berwarna kehitaman, menu ini dominan rasa manis gurih. Sepintas mengingatkan pada rasa ayam kecap yang dibakar.

Chef Sugeng menerangkan ayam yang digunakan adalah ayam kampung langsung dari Jawa Tengah. Proses pembuatannya memakan waktu dua jam.

Ada dua tahapan proses yang dilakukan untuk membuat makanan ini, dibakar dengan kecap dulu, kemudian dioles bumbu genap sebelum dibakar kembali. Hasilnya, daging ayam yang empuk dan bumbu yang meresap sampai ke dalam.

6 dari 7 halaman

6. Onte-onte Pisang

Nah, ini bisa jadi rekomendasi makanan penutup atau camilan saat enggan makan besar. Bentuknya mirip pisang goreng dengan kombinasi rasa manis dan asin.

Rasa asin diperoleh dari taburan keju di atas pisang diiris seperti kipas. Sementara, rasa manis berasa dari celupan kinca yang kental. Rasanya, bikin ingin nambah lagi dan lagi.

7 dari 7 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
5 Makanan yang Wakili Kuliner Indonesia di Dunia, Apa Saja?
Artikel Selanjutnya
Jejak Dokter Kandungan Keluarga Cendana Berbekas di Restoran Plataran Menteng