Sukses

4 Tips agar Opor Ayam Tidak Cepat Basi

Liputan6.com, Jakarta - Berbicara tentang sajian Lebaran, tak afdal kiranya jika melewatkan opor ayam. Sayur wajib bagi sebagian orang ini biasanya tak akan habis dikonsumsi dalam sehari. Beberapa hari setelah Hari Raya, opor ayam biasanya tetap setia menemani.

Karenanya, mengtahui tips agar opor ayam tidak cepat basi jadi terbilang penting, di mana salah satunya memuat teknik menghangatkan kembali sajian satu ini. Simak ulasan lengkapnya seperti dirangkumkan Fimela.com.

Gunakan Santan yang Diperas dari Kelapa Tua

Disarankan menggunakan kelapa tua segar untuk bahan santan opor ayam. Kelapa tua yang sudah diparut bisa diperas menggunakan air hangat atau air panas. Santan dari kelapa tua yang diperas dengan air panas atau air hangat bisa mencegah perkembangan bakteri, sehingga ketika digunakan untuk opor ayam, nantinya tidak akan cepat basi.

Bumbu Halus Ditumis Sampai Benar-Benar Matang

Dalam proses menumis bumbu halus, pastikan sampai aroma harumnya keluar dan bumbu benar-benar matang. Tingkat kematangan bumbu ini juga bisa memengaruhi kualitas opor ayam agar tidak cepat basi.

 

2 dari 3 halaman

Opor Ayam Jadi Tidak Cepat Basi

Hangatkan dengan Api Kecil Tanpa Diaduk Berlebihan

Dalam proses menghangatkan opor ayam, cukup pakai api kecil saja agar kualitas santan dan daging terjaga. Selain itu, jangan diaduk berlebihan atau kalau perlu tak usah diaduk. Sebab kontak opor ayam dengan benda asing dikhawatirkan akan membuatnya jadi cepat basi.

Hindari Menutup Panci Setelah Opor Dihangatkan

Setelah selesai dihangatkan, biarkan panci dalam keadaan terbuka. Biarkan uap panasnya keluar dan mendingin sendiri di suhu ruangan. Bila panci langsung ditutup setelah opor dipanaskan, suhu panas malah akan terjebak di dalam dan membuat kuliner ini rentan basi. (Endah Wijayanti/Fimela.com)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
8 Makanan yang Tak Bikin Gemuk Walau Dimakan dalam Porsi Besar
Artikel Selanjutnya
Serupa tapi Tak Sama, Apa Perbedaan Lada, Merica dan Ketumbar?