Sukses

Poltekpar Medan-STIE Pariwisata Yapari Kerjasama Jurnal Penelitian

Liputan6.com, Jakarta Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan melakukan kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pariwisata Yayasan Pariwisata Indonesia (Yapari) AKTRIPA. Keduanya sepakat menjalin kerja sama untuk jurnal penelitian. Hal itu disepakati dalam pertemuan yang dilaksanakan di Bandung, Kamis (16/5).

Saat ini, kampus STIE Yapari berkonsentrasi pada program studi akomodasi/perhotelan dan Perjalanan Wisata. Kampus ini telah memiliki jurnal pariwisata yang sudah terakreditasi bernama Tourism Scientific Journal yang terbit secara online dan cetak.

Direktur Poltekpar Medan Anwari Masatip mengatakan, jurnal penelitian yang terbit di jurnal internasional dan nasional yang terakreditasi sangat penting. Tujuannya untuk penyerbaluasan gagasan atau ide keilmuan kepada publik. Bagi dosen, jurnal penelitian berfungsi untuk meningkatkan reputasi ilmiah penulis dan sebagai salah satu syarat kenaikan pangkat.

"Saat ini kita sudah memiliki jurnal online dan jurnal cetak sebagai media para dosen untuk mengupload penelitiannya agar dapat digunakan untuk khalayak umum dan sedang dalam proses akreditasi. Tuntutan pendidikan saat ini penelitian dosen harus terbit dalam jurnal yang sudah terakreditasi," papar Anwari Masatip.

Proses akreditasi ini harus melewati tahapan-tahapan yang cukup panjang dan memakan waktu. Sehingga harus bekerja sama dengan kampus-kampus yang telah memiliki jurnal terakreditasi.

"Tujuannya agar dosen-dosen kita bisa menerbitkan hasil penelitian mereka dan mendapatkan cum yang baik. Juga untuk peningkatan perananan kampus dan syarat kenaikan pangkat dosen," tambahnya.

Ketua STIE - Pariwisata Yapari Bambang Hermanto mengaku siap dan sangat terbuka untuk membantu Poltekpar Medan. Khususnya dalam bidang penelitian.

"Kita dapat bekerja sama untuk meningkatkan SDM pariwisata. Kita juga akan membantu untuk membagi tips dan trik dalam pembuatan jurnal. Sehingga keilmuwan kita akan saling bertambah dan melengkapi satu sama lain," ujar Bambang Hermanto.

Mekanisme kerja sama yang dapat dilakukan adalah join research antara dosen dengan dosen, dosen dengan dosen disertai oleh mahasiswa, atau mahasiswa dengan mahasiswa. Hal ini akan dibicarakan lebih lanjut nantinya.

Selain itu, Poltekpar Medan juga akan mengundang tim peneliti dari STIE Yapari untuk hadir memberikan wawasan tentang pentingnya jurnal penelitian serta akreditasi untuk eksistensi perguruan tinggi.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, untuk mendapatkan sertifikasi perguruan tinggi secara nasional/internasional, kampus harus memilili 20 judul jurnal yang terbit secara nasional dan 40 judul yang terbit secara internasinal serta telah terakreditasi.

"Ini merupakan salah satu tugas yang harus dipenuhi oleh setiap PTNP pariwisata," ujar Ni Wayan Giri Adnyani.

Selain itu, PTNP juga harus melakukan dan mempersiapkan diri dengan baik. Sesuai arahan dari Menteri Pariwisata sebuah keberhasilan harus direncanakan sejak dini.

"Demikian juga Poltekpar Medan saat ini harus merencanakan dengan baik untuk meningkatkan peranan kampus dan akresditasi jurnal," pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, sangat mendukung penguatan SDM di lingkungan Poltekpar Medan ini. Menurutnya, kerjasama tersebut harus diimplementasikan. Agar ilmu yang didapat bisa dipraktikkan dengan baik dan benar.

“Jika ingin pariwisata Indonesia bersaing di level global, kita harus mempunyai SDM yang memiliki kemampuan global juga. Bagaimana caranya bisa mencetak SDM berkualitas global? Salah satunya lewat kerjasama seperti yang dilakukan Poltekpar Medan ini,” ujar Menpar Arief Yahya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Wisata Banyuwangi Kian Dilirik, Pemerintah Siapkan Kredit Usaha Rakyat
Artikel Selanjutnya
Asyik, Festival Cheng Ho 2019 Bakal Kembali Manjakan Wisatawan