Sukses

Golkar Klaim Rasional Bersikap Soal Kenaikan Harga BBM

Harry Azhar mengatakan, kalau perancangan disusun pemerintahan baru, isu kenaikan harga BBM ini tidak akan mencuat.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis menilai polemik kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mencuat karena rancangan APBN 2015 dilakukan pemerintahan lama. Dengan dirancang pemerintahan lama, timbul kesan oleh pemerintahan baru terjadi penghambatan.

"RAPBN direncanakan pemerintahan lama, dan dijalankan pemerintahan baru. Ini diatur sistem perencanaan nasional. Kalau perancangan disusun pemerintahan baru, isu ini nggak akan mencuat. Kesannya pemerintahan lama merancang sesuatu sehingga pemerintahan baru perlu mengubah karena ada yang tak dimasukkan," ungkap Harry di Jakarta, Sabtu (30/8/2014).

Politisi Golkar itu pun membandingkan persoalan BBM saat ini dengan zaman Orde Baru. Kala itu tak ada masalah soal BBM.

"Kita tak masuk hulu, kita akui net importir. Tidak seperti Golkar di Orde Baru, nggak ada kita impor BBM sehingga masalah nggak pernah muncul. Di sisi harga kita gunakan pola lama. Harga BBM itu selalu diberi subsidi dan dibuat serendah mungkin," tegas dia.

Harry menegaskan, sikap partainya akan rasional terhadap kenaikan BBM bila dirasa perlu. "Golkar itu tentang BBM itu sifatnya rasional, dibuktikan dalam pemungutan suara di DPR," tandas Harry.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Chairul Tanjung (CT) memastikan pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak akan mengambil kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi sampai 20 Oktober 2014. Saat itu, pemerintahan SBY akan berganti ke pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Sikap pemerintah SBY hingga 20 Oktober ini nggak akan ada kenaikan BBM subsidi," tegas dia.

CT beralasan, beberapa kebijakan penyesuaian harga telah diterapkan di pemerintahan SBY, seperti menaikkan harga BBM subsidi yang cukup dan sangat memberatkan masyarakat. (Ans)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini