Sukses

Dampak Buruk Joging Menggunakan Jaket, Bisa Sebabkan Heat Stroke

Liputan6.com, Jakarta Dampak buruk joging menggunakan jaket perlu diperhatikan lagi bagi kamu yang sering melakukannya. Hal ini biasanya dilakukan karena seseorang ingin cepat kurus. Anggapan sederhananya, semakin gerah berarti semakin banyak keringat yang keluar, berarti makin banyak lemak yang terbakar. 

Banyak orang beranggapan bahwa makin banyak ia berkeringat, maka makin banyak pula kalori atau lemak yang hilang. Padahal yang terjadi adalah kadar cairan tubuh yang terkuras. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi.

Dampak buruk joging menggunakan jaket harus dihindari. Jika ingin kurus lebih cepat, kamu bisa memilih olahraga intensitas ringan hingga sedang, dengan durasi 30 menit. Optimalkan usaha kamu dengan diet tinggi protein untuk memaksimalkan pembakaran kalori.

Untuk Langkah-langkah menguruskan badan yang tepat, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (17/12/2020) tentang dampak buruk joging menggunakan jaket.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Joging Menggunakan Jaket

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, banyak orang beranggapan bahwa makin banyak ia berkeringat, maka makin banyak pula kalori atau lemak yang hilang. Bahkan, ada pula yang berpendapat bahwa lemak di tubuh belum terbakar jika saat olahraga tidak berkeringat.

Seperti liputan6.com kutip dari KlikDokter, berat badan memang bisa berkurang dengan lebih cepat apabila kamu banyak berkeringat. Namun, hal tersebut terjadi bukan karena kadar lemak yang berkurang, melainkan kadar karena cairan tubuh yang terkuras.

Jadi, jika kamu mengembalikan cairan yang hilang dari tubuh dengan minum air, bukan tak mungkin berat badan akan kembali naik.

Selain itu, dilansir dari Livestrong, saat joging atau lari, detak jantung meningkat untuk memasuk otot-otot tubuh dengan darah yang kaya akan oksigen. Semakin cepat jantung berdetak, semakin banyak energi yang dibutuhkan, sehingga lebih banyak kalori yang dibakar.

Joging menggunakan jaket membuat suhu tubuh meningkat, begitu juga sirkulasi dan detak jantung untuk menjaga suhu tubuh. Sebagai hasil dari peningkatan detak jantung ini, kamu mungkin lebih banyak membakar kalori saat joging pakai jaket. Namun, cara ini tidak selalu dianjurkan.

3 dari 5 halaman

Dampak Buruk Joging Menggunakan Jaket

Dehidrasi Berat

Joging menggunakan jaket dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan yang lebih banyak. Jika kamu melakukannya di bawah terik matahari dan kurang minum, olahraga tersebut dapat membuatmu mengalami dehidrasi berat.  

Dehidrasi mungkin masih banyak dianggap sepele, namun saat kamu mengalami dehidrasi berat ini berbagai gejala yang membahayak dapat terjadi. Kamu mungkin akan mengalami kelelahan, badan lemas, hilang fokus, pingsan, bahkan menimulkan heat stroke.

Kejang Otot

Dampak buruk joging menggunakan jaket selanjutnya adalah mengalami kejang otot. Hal ini masih berkaitan dengan tubuh yang kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah yang besar. Hal ini diakibatkan oleh produksi keringat berlebih yang terjadi saat kamu lari pakai jaket.

Biasanya seseorang akan mengalami kram panas jika melakukan aktivitas fisik yang berat dan dalam kondisi cuaca yang panas. Hal ini nantinya juga akan menimbulkan masalah

4 dari 5 halaman

Dampak Buruk Joging Menggunakan Jaket

Heat Exhaustion

Dampak buruk joging menggunakan jaket berikutnya adalah menimbulkan heat exhaustion. Heat exhaustion terjadi akibat seseorang mengganggap sepele gejala kram panas. Hal ini mengakibatkan tubuh yang terpapar panas selama berjam-jam kehilangan banyak cairan akibat keringat berlebih.

Heat exhaustion adalah kondisi ketika tubuh merasa sangat lelah akibat terpapar suhu tinggi dalam waktu lama. Kelelahan parah ini tidak bisa dianggap sepele. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh kelelahan, pusing, lemas, tekanan darah rendah, bahkan sampai pingsan.

Heat Stroke

Heat stroke adalah suatu kondisi kegawatan yang terjadi saat suhu tubuh terlalu panas, disertai hilangnya kemampuan tubuh untuk menurunkan suhu. Pada kondisi ini, suhu tubuh bisa meningkat hingga mencapai 40 derajat Celsius, bahkan lebih.

Selain suhu tubuh yang tinggi, frekuensi napas yang cepat dan dangkal, peningkatan detak jantung, kulit memerah dan terasa panas, sakit kepala, hingga penurunan kesadaran termasuk gejala heat stroke yang wajib diperhatikan.

Heat stroke lebih mungkin terjadi bila seseorang kurang tidur atau punya penyakit tertentu (misalnya sakit jantung, gangguan pernapasan, atau gastroenteritis) sebelum berolahraga.

Jika seseorang mengalami heat stroke akibat olahraga panas-panasan pakai jaket, penanganannya harus cepat dan tepat. Jika tidak, bisa terjadi komplikasi mulai dari kerusakan organ vital yang meliputi otak, jantung, hingga berujung pada kematian mendadak.

5 dari 5 halaman

Persiapan Sebelum Joging Agar Aman

- Sepatu lari yang nyaman di kaki. Selain faktor kenyamanan, pemilihan sepatu yang tepat juga bisa menurunkan risiko terjadinya cedera.

- Pakaian olahraga yang nyaman. Pilihlah pakaian olahraga dengan bahan yang mudah menyerap keringat, seperti spandex, katun, atau poliester.

- Tentukan lokasi dan waktu jogging. Tentukan lokasi dan rute yang nyaman untuk jogging, seperti taman atau gelanggang olahraga. Pilih rute dengan jalan atau jogging track yang rata, tidak licin, dan aman untuk berlari.

- Penuhi asupan nutrisi dan energi. Jogging membutuhkan cukup banyak energi, terlebih jika hendak melakukan olahraga ini dalam waktu lebih dari 60 menit. Oleh karena itu, konsumsilah makanan bernutrisi yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein setidaknya 3 jam sebelum jogging. Hindari konsumsi makanan tinggi lemak dan serat sebelum jogging.

- Selain makan, pastikan juga cukup minum air putih sebelum dan selama melakukan jogging agar tidak mengalami dehidrasi.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS