Sukses

Awas, Daging Daur Ulang Rusak Lever, Ginjal dan Otak

Anda para pecinta daging mesti waspada. Melonjaknya harga daging jelas Ramadan hingga Rp. 86.000 seperti dikutip Liputan6.com 12 Juni menyebabkan kreativitas (atau mungkin kelicikan) pedagang muncul. Saat ini bisa jadi harga sudah mencapai 100 ribu ruiah per kilogram.

Tak heran bila daging daur ulang pun dijual. Daging daur ulang merupakan daging sisa dari pasar swalayan yang dijual kembali. Harganya bia 20 persen bahkan 50 persen lebih murah dari daging sapi segar.

Tentu saja daging seperti ini perlu diwaspadai karena kualitasya buruk dan dapat memicu munculnya berbagai penyakit. 

"Semua makanan yang kita konsumsi haruslah segar dan fresh," ujar Ahli Gizi Klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia -RSCM, Dr Samuel Oentoro MS, SpGK saat diwawancarai Liputan6.com, Selasa (25/6/2013).

Daging yang sudah tidak segar ini bisa merusak lever, ginjal bahkan otak untuk jangka panjang. "Daging yang sudah masuk ke dalam mesin pendingin dalam beberapa hari dapat merusak kandungan gizi yang ada pada daging tersebut. Protein menjadi jelek dan saat dikonsumsi zat pembentuk protein dalam tubuh pun ikut terganggu," katanya.

"Terlebih jika daging tersebut benar-benar terlalu lama berada di dalam mesin pendingin, bisa terkontaminasi bakteri dan virus seperti E. colli dan samonella. Untuk jangka panjang dapat memicu gangguan lever, ginjal dan otak," tambahnya.

Gejala seseorang mengonsumsi daging daur ulang yaitu muntah dan diare. "Untuk jangka pendeknya, daging daur ulang dapat menyebabkan seseorang diare dan muntah. Jika sudah seperti ini segera membawanya ke dokter untuk langsung mendapatkan penanganan," ujar Dokter yang juga menulis buku Smart Eating: 1000 Jurus Makan Pintar & Hidup Bugar.

(Mia/Abd)
Loading