Sukses

Tato Temporer Tak Bebas Risiko, Bisa Bikin Alergi

Tato temporer banyak dipilih karena bisa hilang dalam beberapa waktu. Namun, tato temporer bisa menimbulkan masalah kesehatan.

"Hanya karena tato bersifat sementara, bukan berarti bebas risiko," kata Dr. Linda Katz, Direktur Kosmetik dan Warna Food and Drug Administration dalam rilisnya seperti dikutip CBS, Selasa (26/3/2013).

MedWatch menerima informasi dan laporan FDA yang menyebutkan ada reaksi negatif dan tahan lama untuk tato temporer. Dan pada liburan musim semi, organisasi itu takut kalau orang menganggap tato itu bebas risiko dan tak menyadari konsekuensinya.

Tato temporer berbeda dengan tato permanen yang disuntikkan ke dalam kulit. Pada tato temporer, tinta menempel di kulit. Biasanya terbuat dari henna, pewarna cokelat kemerahan yang terbuat dari bunga subtropis di Afrika dan Asia. Cara menggunakannya dengan mengeringkan henna di kulit, kuku, dan tempat lain yang ingin terlihat menarik.

Kini, orang juga sering menggunakan henna hitam yang dicampur dengan bahan lain untuk mewarnakan rambut. Warna yang gelap bisa bertahan lama, tapi bisa mengandung bahan pewarna yang disebut p-phenylenediamine (PPD). PPD bisa menyebabkan reaksi kulit pada beberapa orang dan tak disetujui ada di dalam kosmetik dan diterapkan di kulit. Tak ada yang memberitahu jenis pewarna yang digunakan untuk tato temporer.

Reaksi yang merugikan termasuk gadis 5 tahun yang memiliki tanda merah di lengannya selama dua minggu usai memakai tato temporer. Seorang gadis 17 tahun juga mengalami lecet. Dan dalam beberapa kasus, seorang gadis dilaporkan memiliki bekas luka di punggungnya ketika menerapkan tato dari henna hitam, meski faktanya ia pernah memakai henna merah sebelumnya dan tak mengalami reaksi apa-apa.

New York Times melaporkan, pada New England Journal Agustus 2008 disebutkan ada kasus tangan melepuh yang dialami seorang gadis setelah memakai tato temporer dari henna di tangannya di pesta pernikahan. Tanda itu bertahan setidaknya selama enam bulan.

"Apa yang kami pikir akan menyenangkan tak berbahaya dan berakhir senang malah menjadi mimpi yang menakutkan bagi kami," ujar ayah dari bocah 5 tahun.

"Harapan saya dengan memberitahukan pengalama kami, saya bisa membantu mencegah kejadian sama pada anak-anak lain dan orangtua yang tak curiga," katanya lagi.(Mel/Igw)

    Loading