Sukses

Ketua Jabar Bergerak Cianjur Apresiasi Bantuan Korban Gempa dari Perusahaan Swasta

Liputan6.com, Jakarta Ketua Jabar Bergerak Cianjur Dokter Yusuf Nugraha mengapresiasi organisasi non-pemerintah mendukung percepatan penanganan korban gempa.

“Bantuan yang kami terima akan didistribusikan melalui kolaborasi kami dengan relawan yang datang dari berbagai daerah. Nantinya donasi akan dibagikan oleh dua tim, yaitu tim reaksi cepat yang akan mengakomodasi kebutuhan korban yang memerlukan bantuan cepat, dan tim reguler,” ungkap Yusuf dalam keterangan pers, Sabtu (26/11/2022).

Adapun bantuan yang diberikan untuk korban gempa bumi Cianjur adalah produk makanan dan minuman yang hadir dalam bentuk empat dapur umum portable yang akan bergerak setiap harinya menjangkau titik-titik pengungsian. Terdapat juga produk-produk esensial lainnya seperti popok bayi, pembalut, sabun mandi, deterjen dan berbagai produk lainnya.

Sheila Kansil selaku Head of Corporate Communications & CSR WINGS Group Indonesia menyampaikan, untuk mempercepat penanganan bagi para korban, pihaknya langsung berkolaborasi dengan pemerintah, lembaga dan organisasi sejak informasi gempa kami dapatkan untuk mendata kebutuhan para korban di tempat kejadian.

"Kami juga mengerahkan jaringan kami di distribution center di Cianjur agar produk bantuan bisa segera dikirimkan,” ungkap Sheila Kansil.

Seperti diketahui, gempa bumi terjadi pada Senin (21/11) siang berpusat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Gempa dengan magnitudo (M) 5,6 ini memiliki dampak yang sangat besar hingga menelan banyak korban.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebutkan, jumlah korban meninggal 310 orang, yang masih belum ditemukan 24 orang.

"Kerusakan infrastruktur tidak begitu banyak berubah, tercatat penambahan di 363 sekolah, 144 tempat ibadah," kata Suharyanto dalam situs BNPB.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Lereng Perbukitan di Cianjur Rapuh Usai Gempa

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya meminta masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mewaspadai bencana lanjutan berupa tanah longsor dan banjir bandang usai guncangan gempa magnitudo 5,6.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan besar kemungkinan lereng-lereng perbukitan di Cianjur menjadi rapuh usai terjadinya gempa bumi. Hal ini dapat semakin diperparah dengan tingginya intensitas hujan yang berpotensi mengguyur Cianjur.

"Lereng-lereng yang rapuh ini ditambah hujan deras dapat memicu terjadinya longsor dan banjir bandang dengan membawa material runtuhan lereng. Jadi masyarakat dan pemerintah setempat juga perlu mewaspadai adanya kolateral hazard atau bahaya ikutan usai gempa kemarin," katanya, dikutip dari situs BMKG.

Dwikorita menyampaikan, banyaknya korban jiwa dalam peristiwa gempa Cianjur akibat tertimpa bangunan yang tidak mampu menahan guncangan gempa. 

"Sebenarnya gempa tidak membunuh dan melukai. Justru, bangunanlah yang membunuh dan melukai manusia.

3 dari 4 halaman

Ormas Bisa Langsung Memberikan Bantuan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto selaku Ketua Tim Tanggap Darurat Gempa Magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur telah mengizinkan organisasi kemasyarakatan (ormas) mengirimkan langsung bantuan logistik ke daerah terdampak.

Namun, Suharyanto menyarankan, agar ormas tersebut tidak asal dalam menyalurkan bantuannya. Dia meminta ormas atau lembaga untuk lebih dahulu berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar mengawal pendistribusian bantuan gempa Cianjur.

"Untuk organisasi kemasyarakatan yang ingin memberikan logistik langsung, meski sudah ada posko namun ingin memberikan langsung, kami izinkan namun dengan pengawalan aparat kepolisian," ujar Suharyanto dikutip dari akun Youtube BNPB, Sabtu (26/11/2022).

Suharyanto menyebut, bantuan yang diberikan langsung kepada masyarakat terdampak memang sudah dikawal oleh aparat kepolisian. Dengan pengawalan anggota Polri, BNPB tak ingin terjadi hal yang tak diinginkan saat penyaluran bantuan.

"Ini sudah mulai dikawal kepolisian untuk mencegah adanya berita-berita viral ataupun potongan rekaman video yang memperlihatkan adanya penghadangan-penghadangan entah oleh warga terdampak atau warga-warga lain untuk meminta barang ataupun uang. Nah ini sudah dilaksanakan pengawalan," kata dia.

4 dari 4 halaman

110 Titik Lokasi pengungsian

Suharyanto menyebut, pihaknya sudah mendata lokasi-lokasi yang dijadikan tempat pengungsian. Sejauh ini, menurut dia, sudah ada sekitar 110 titik lokasi pengungsian yang sudah terdata.

"Ada 110 titik tempat pengungsian, baik pengungsian terpusat, atau besar, kekuatan 200, 300, hingga 500 orang maupun 5 hanya 10 orang. Ini memang terpencar di 15 kecamatan sehingga tentu saja membutuhkan strategi kekuatan dan tenaga ekstra dalam pendistribusian logistik. Ini mudah-mudahan semua masyarakat Cianjur yang mengungsi bisa terlayani," kata dia.

Dia menyebut titik pengungsian masih kemungkinan akan bertambah seiring berjalannya waktu. Namun demikian, dia memastikan pihaknya sudah mendata nama-nama pengungsi di 110 titik tersebut.

"110 titik itu suda kita data siapa namanya, umurnya berapa, ini sebagian contoh, ada ibu hamil 650 orang, ada penyandang disabilitas 34 orang, pengungsi perempuan 21.701 orang. Tapi tentu saja data ini akan berkembang terus, karena kami masih terus mendata, dan ini bukan final," dia menandaskan.

  

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Gempa adalah peristiwa bergetar atau bergoncangnya bumi karena pergerakan atau pergeseran lapisan batuan pada kulit bumi secara tiba‐tiba.
    Gempa
  • Kabupaten Cianjur di Jawa Barat (Jabar) mengalami gempa bumi tektonik yang terjadi di darat, di kedalaman 10 Kilometer, Senin (21/11/2022).
    Gempa Cianjur