Sukses

7 Tanda Peringatan Ini Perlu Diwaspadai Ibu Hamil

Kaum wanita biasanya bertanya-tanya jika ada gejala yang muncul selama kehamilan. Apa perlu mendapat perhatian medis atau menunggu sampai kunjungan ke dokter kandungan selanjutnya.

Saat hamil, selalu tanyakan masalah kesehatan yang membuat Anda prihatin saat kunjungan ke dokter. Tapi yang perlu diingat, ada beberapa gejala yang perlu mendapatkan perhatian dengan cepat seperti dikutip WebMD, Minggu (6/1/2013).

1. Pendarahan


Pendarahan berarti ada sesuatu yang berbeda selama kehamilan Anda. "Jika Anda mengalami pendarahan berat dan sakit perut seperti kram menstruasi atau Anda merasa akan pingsan dalam trimester pertama, itu bisa menjadi tanda kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim)," kata Profesor Obgyn diĀ  Albert Einstein College of Medicine di New York.

Kehamilan ektopik terjadi ketika telur yang dibuahi di tempat lain selain rahim. Ini dapat mengancam jiwa.

Perdarahan berat dengan kram juga bisa menjadi tanda awal miscarriage (abortus spontal) atau pada awal trimester kedua. Sebaliknya, perdarahan dengan nyeri perut pada trimester ketiga dapat menunjukkan plasenta abruption (awal pemisahan plasenta), yang terjadi ketika plasenta terpisah dari dinding rahim.

"Pendarahan selalu serius," kata Pakar Kesehatan Wanita Donnica Moore, MD,.

Setiap perdarahan selama kehamilan membutuhkan perhatian segera. Hubungi dokter Anda atau pergi ke ruang gawat darurat.

2. Mual parah dan muntah


Sangat umum ibu hamil mengalami muntah dalam beberapa waktu. Jika itu parah, ini mungkin serius.

"Jika Anda tak bisa makan atau minum apa pin, Anda berisiko dehidrasi," kata Bernstein. Hal itu bisa menyebabkan kekurangan gizi dan dehidrasi yang bisa membahayakan bayi.

Jika Anda mual-mual, beritahukan dokter Anda. Ia mungkin bakal meresepkan obat atau menyarankan perubahan pola makan.

3. Tingkat aktivitas bayi di rahin secara signifikan turun


Apa artinya jika bayi Anda yang sebelumnya aktif tiba-tiba terasa sedikit berenergi? Ini mungkin normal. Tapi bagaimana Anda bisa tahu?

Ada beberapa pemecahan masalah yang bisa membantu Anda menentukan apa ada masalah. Bernstein menyarankan agar pertama kali minum sesuatu yang dingin atau makan sesuatu. Kemudian berbaring menyamping untuk melihat apakah bayi bergerak.

Nicole Ruddock, MD dari University of Texas Medical School di Houston, mengatakan, menghitung tendangan juga bisa membantu.

"Tak ada jumlah optimal atau kritis dalam gerakan," katanya.

"Tapi pada umumnya Anda harus menetapkan data dasar dan mempunyai persepsi subjektif apakah bayi Anda lebih banyak bergerak atau kurang. Aturan umumnya, Anda harus merasakan 10 atau lebih tendangan dalam dua jam. Kalau kurang harus segera menelepon dokter," tambahnya.

4. Kontraksi awal di Trimester Ketiga


Kontraksi bisa menjadi tanda persalinan prematur. "Tapi banyak yang ibu baru mungkin bingung antara persalinan yang benar dan palsu," kat Ruddock.

Kontraksi persalinan palsu disebut Braxton-Hicks. Kontraksi tersebut tidak terduga dan non-ritmik, serta intensitasnya tidak meningkat.

"Mereka akan mereda dalam satu jam ," ujar Ruddock. "Tapi kontraksi teratur dengan jarak sekitar 10 menit atau intensitasnya meningkat".

Jika Anda berada di trimester ketiga dan Anda berpikir Anda mengalami kontraksi, hubungi dokter Anda segera. Jika bayi yang akan lahir terlalu dini, dokter Anda mungkin dapat menghentikan persalinan.

5. Air ketuban


Anda berjalan ke dapur untuk minum dan merasakan aliran air di kaki Anda. "Air Anda bisa saja pecah," kata Ruddock.

"Tapi selama kahamilan dengan membesarnya rahim bisa menyebabkan tekanan pada kandung kemih. Jadi ini bisa karena kebocoran urine," jelas Ruddock.

"Jika Anda tidak yakin apakah itu urine atau pecahnya membran, pergilah ke kamar mandi dan mengosongkan kandung kemih Anda," katanya.

"Jika cairan itu terus-terusan, Anda mungkin pecah ketuban". Hubungi doktor atau segera ke rumah sakit.

6. Sakit kepala parah, sakit perut, gangguan visual, dan pembengkakak selama trimester ketiga


Gejala ini bisa menjadi tanda preeklampsia. Itu suatu kondisi serius yang berkembang selama kehamilan dan mungkin berakibat fatal.

Kelainan ini ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urine ibu hamil yang biasanya terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan.

"Telepeon dokter Anda segera dan cek tekanan darah," ujar Bernstein. "Perawatan prenatal yang baik bisa membantu mengatasi preeklamsia dini".

7. Gejala flu


Ahli mengatakan wanita hamil penting mendapatkan vaksin flu karena wanita hamil lebih mungkin sakit dan memiliki komplikasi serius dari flu dibanding wanita lain selama musim flu.

Tapi, jika Anda terkena flu jangan buru-buru ke rumah sakit atau dokter. "Anda bisa menularkannya kepada wanita hamil lainnya," jelas Bernstein. "Telepon dokter Anda terlebih dahulu".(MEL/IGW)

    Membanggakan, Via Vallen Raih Penghargaan Musik Di Rusia
    Loading