Sukses

Inilah 15 Pemenang Indonesia Healthcare Innovation Awards V-2021

Liputan6.com, Jakarta - Ajang kompetisi inovasi bidang kesehatan, Indonesia Healthcare Innovation Awards (IHIA) V tahun 2021, akhirnya mendapatkan pemenangnya.

Dari total 244 peserta di lima kategori, yaitu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), Mutu Pelayanan Kesehatan (MPK), Alat Kesehatan (ALKES), dan Teknologi Informasi Kesehatan (TIK) dipilih tiga orang pemenang yang terdiri dari Platinum award, Gold award, dan Silver award.

Ketua Umum Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF), Dr dr Supriyantoro SpP MARS mengaku tak menyangka jumlah peserta yang ikut bisa sebanyak itu. Semula dia berpikir bahwa jumlah inovasi yang lahir akan sangat sedikit, mengingat pandemi COVID-19 membuat ruang gerak dan waktu jadi terbatas akibat adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Ternyata perkiraan saya salah. Sebaliknya, selama pandemi sangat banyak inovasi-inovasi di bidang kesehatan yang berhasil ditelurkan anak-anak bangsa. Ini menjadi bukti bahwa orang-orang Indonesia tidak kalah kreatif dan inovatif dengan negara lain. Indonesia bisa menciptakan inovasinya sendiri,” kata Supriyantoro dikutip dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Selasa, 30 November 2021.

IndoHCF adalah Corporate Social Responsibilty (CSR) PT IDS Medical Systems Indonesia (idsMED Indonesia) yang pertama kali menyelenggarakan ajang tahunan bergengsi ini pada 2017.

Acara ini merupakan bentuk apresiasi kepada instansi atau pemda, individu atau kelompok perorangan, akademisi dan berbagai pihak lainnya yang telah berhasil melakukan inovasi dalam upaya mendukung program kesehatan nasional serta meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Berikut daftar pemenang Indonesia Healtcare Innovation Awards (IHIA) V 2021 berdasarkan kategorinya:

 

Kategori Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)

1. Platinum Award = Inovasi Bimasakti (Bersama Kita Cegah Stunting dengan Komitmen Terintegrasi) dari Puskesmas Kebayoran Baru.

2. Gold Award = Inovasi Pak Bamega (Pojok Suami di Posyandu Ciptakan Suami Pedas = Peduli, Waspada, Siaga (Siap Antar Jaga)) oleh DR H Syamsul Adha dari Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan dan Inovasi Cek.

3. Silver Award = Cek dan Sadari (Cegah Kanker Serviks dengan Aplikasi MAPLE-S dan Mobil Deteksi Kanker Hibiscus) dari Puskesmas Senen, Jakarta Pusat.

Ketegori Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT)

1. Platinum award = Inovasi JAKFIR (Jakarta Ambulance dan First Responder) dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

2. Gold Award = Inovasi Aplikasi SPGDT dalam penanganan kegawatdaruratan pandemi COVID-19 oleh PSC119 Daerah Istimewa Yogyakarta.

3. Silver Award = Inovasi PSC Sregep Handal oleh PSC 119 Sregep Kota Cirebon, Jawa Barat.

 

2 dari 4 halaman

Mutu Pelayanan Kesehatan (MPK)

1. Platinum Award = Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga sebagai solusi masalah kesehatan di daerah terisolir dari Provinsi Jawa Timur.

2. Pemenang Gold Award = Inovasi Si Peka Bu Siska (Pelaksanaan Sistem Pemantauan Kesehatan Bayi Baru Lahir berbasis Keluarga) dari Kabupaten Lombok Barat, NTB.

3. Silver Award = Layanan Kesehatan Pelangi dari DKI Jakarta.

 

3 dari 4 halaman

Alat Kesehatan (ALKES)

1. Platinum award = Inovasi Bio Saliva dari PT Bio Farma (Persero) dan Nusantic dari Provinsi Jawa Barat.

2. Gold Award = Ventilator I yang diusung sejumlah dokter dari Provinsi Jawa Barat.

3. Silver Award = SI-SCA : Alat Deteksi Dini dan Intervensi Risiko Henti Jantung Mendadak dari Jawa Timur.

 

4 dari 4 halaman

Teknologi Informasi Kesehatan (TIK)

1. Platinum Award = Inovasi Makin STRONG Lawan COVID-19 dengan VICTORI dari Provinsi Jawa Tengah.

2. Gold Award = Pemetaan 1K Genom SARS-CoV-2 dari Provinsi DKI Jakarta.

3. Silver Award = Jantungku : Aplikasi Kesehatan Jantung Terintegrasi Bagi Masyarakat Indonesia dari Provinsi Jawa Barat.

Supriyantoro berharap inovasi yang lahir dari IHIA V-2021 dapat dikembangkan dan selanjutnya mampu membangun ekosistem kesehatan yang baik, yang mampu meningkatkan kinerja, efisiensi dan efektifitas dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

Jangka panjangnya, lanjut dia, inovasi yang berhasil diciptakan ini mampu mengurangi ketergantungan Indonesia akan alat-alat kesehatan impor dari negara lain.

"Di Era Society 5.0 ini, segala aspek kehidupan kita berkaitan erat dengan teknologi. Oleh sebab itu, sejalan dengan situasi dan kondisi itu, bidang pelayanan kesehatan pun harus mengikuti perkembangan tersebut. Semua komponen perlu berbenah dengan memaksimalkan teknologi IT guna mencapai efektifitas dan efisiensi sumber daya," katanya.

Seperti inovasi JAKFIR (Jakarta Ambulance dan First Responder) besutan Dinas Kesehatan DKI Jakarta peraih Platinum Award kategori SPGDT, ditujukan untuk memberi kemudahan akses kegawatdaruratan dan penanganan respon kegawatdaruratan sedini mungkin dengan pemberdayaan masyarakat.

Harapannya, kata Supriyantoro, inovasi tersebut dapat memercepat waktu respons penanganan kegawatdaruratan, mengurangi angka kematian, dan angka kecacatan.

Para pemenang berhak membawa pulang sejumlah hadiah berupa uang tunai dan alat kesehatan dengan nilai total mencapai ratusan juta rupiah.