Sukses

Menkes Budi Gunadi Sebut Teknologi Ubah Dunia Kesehatan Secara Drastis

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pentingnya peran teknologi dalam pemulihan global akibat COVID-19 yang disebabkan virus Corona.

Sebagai pencinta teknologi dia berpikir bahwa big data, internet, dan kecerdasan buatan dapat mengubah dunia kesehatan secara drastis. Seperti di bidang layanan kesehatan dan diagnosis penyakit.

“Misalnya dokter yang mendiagnosis kanker dari keadaan seorang pasien akan berbeda dengan dokter yang mengetahui data jutaan orang yang mengalami kanker serupa dan apa diagnosis yang sukses untuk mereka,” kata Menkes Budi dalam diskusi virtual United Nations General Assembly (UNGA) pada Selasa, 21 September 2021.

Dengan kata lain, lanjut Budi, teknologi di dunia kesehatan tidak hanya mengubah cara penyampaian yang biasanya dilakukan langsung atau tatap muka menjadi jarak jauh (telemedicine), tapi juga cara diagnosis yang dilakukan dokter terhadap pasien.

2 dari 4 halaman

20 Lebih Grup WhatsApp

Dalam acara tersebut, Budi juga mengungkap bahwa selama pandemi COVID-19 menyerang, dia telah memiliki lebih dari 20 grup WhatsApp baru dengan berbagai topik berbeda.

“Selama pandemi ini saya punya lebih dari 20 grup WhatsApp baru, grup satu untuk tim saya di rumah sakit, grup lainnya untuk surveilans, oksigen, tes dan telusur, obat-obatan," katanya.

Dia juga memiliki grup bersama para profesor untuk diskusi COVID-19 secara ilmiah, misalnya dari sisi epidemiologi.

“Ada juga grup dengan ahli whole genome sequencing, grup dengan media, jadi ini lucu, tanpa disadari teknologi (WhatsApp) menjadi bagian dari hidup kita. Bahkan kita bisa berkomunikasi lebih cepat dan lebih baik ketimbang harus menggelar konferensi pers," ujarnya.

3 dari 4 halaman

Teknologi Menggapai Masyarakat Miskin

Budi juga menyampaikan bahwa teknologi memberi kesempatan yang lebih luas untuk masyarakat miskin mendapat layanan kesehatan.

Menurutnya, kebanyakan masyarakat miskin tidak mau mengakses layanan kesehatan secara langsung karena keterbatasan biaya.

Kini, dengan teknologi seperti telemedis, mereka dapat mengakses layanan kesehatan secara gratis tanpa harus datang langsung menemui dokter di rumah sakit.

“Teknologi dapat menjangkau banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan untuk langsung mendapatkan informasi terkait kesehatan,” katanya.

 

 

4 dari 4 halaman

Infografis Perluasan Telemedicine Gratis Pasien Isoman COVID-19 di Jawa-Bali