Sukses

Ahli Kesehatan Lingkungan: Masyarakat Harus Dipaksa Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato terkait tingkat kematian akibat COVID-19 di Indonesia yang 0.8 persen lebih tinggi dari rata-rata global. Menurut Jokowi, sosialisasi masif dibutuhkan untuk menekan kasus COVID-19.

Menanggapi hal ini, ahli kesehatan lingkungan Universitas Indonesia (UI) Budi Haryanto mengatakan memang di lapangan masih ada orang-orang yang tidak disiplin dan mengabaikan protokol kesehatan. Dengan demikian, imbauan melalui siaran televisi dan internet saja tidak cukup.

Lebih jauh lagi, imbauan-imbauan yang dilakukan di televisi belum bisa dibuktikan efektivitasnya. Perlu penelitian mendalam terkait hal ini, tambah Budi. Namun, efektif atau tidaknya imbauan tersebut dapat dikaitkan dengan kondisi di lapangan yang menunjukkan masih adanya sebagian orang yang tidak patuh.

“Selama 5 bulan ini kan semua belajar, semua orang saya kira tahu, hanya sedikit yang tidak tahu. Nah setelah belajar ini, sekarang waktunya melakukan tindakan tegas untuk disiplin. Semua harus dipaksa untuk nurut, ” ujar Budi saat dihubungi Liputan6.com, Senin (3/8/2020).

Menurutnya, tindakan tegas perlu dilakukan salah satunya dengan denda yang diterapkan secara tegas bagi pelanggar protokol kesehatan.

“Salah satu cara pencegahan yang efektif adalah penerapan protokol kesehatan. Tapi karena banyak yang nakal, sekarang waktunya untuk dipaksa disiplin. Bagaimana caranya? Ya didenda. Masalahnya, yang melakukan penindakan ini masih setengah hati bahkan seperempat hati, jadi harus saling mengisi, kalau mau tegas ya tegas saja sekalian.“

Menurutnya, denda ini akan memberikan efek jera pada warga yang tidak patuh. Karena kepatuhan itu dapat bermula dari keterpaksaan, imbuhnya.

2 dari 3 halaman

Tentang Sosialisasi Masif Jokowi

Budi juga menanggapi terkait sosialisasi masif yang akan digalakkan Jokowi secara bertahap. Senin, 3 Agustus pagi, dalam Ratas Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Jokowi meminta jajarannya segera mengampanyekan protokol kesehatan secara bertahap, diawali dengan penggunaan masker dalam dua minggu ke depan. Hal itu demi menekan kasus dan angka kematian terkait COVID-19 di Indonesia. 

"Saya ingin agar yang namanya protokol kesehatan, perubahan perilaku di masyarakat betul-betul menjadi perhatian kita," tutur Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta. 

Menurut Budi, kampanye tersebut fungsinya hanya memperkuat imbauan-imbauan yang sudah dilakukan. Sifatnya masih persuasif, ia berharap setidaknya kampanye masif ini memiliki daya ungkit.

“Sekarang, seberapa besar bisa menggerakan masyarakat se-Indonesia. Nanti kalau persuasif lagi dan begitu seterusnya, banyak juga yang berani untuk coba-coba melanggar. Sekarang bukan waktunya melakukan sesuatu yang biasa-biasa saja. Lakukan gerakan yang revolusioner,” pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut Ini: