Sukses

Lakukan Tes Masif, Jabar Miliki Puluhan Ribu Alat Tes COVID-19

Liputan6.com, Bandung - Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Berli Hamdani mengatakan, saat ini otoritasnya memiliki 34 ribu alat tes swab dan 5 ribu alat rapid test. Rencananya gugus tugas provinsi akan terus menambah ketersediaan alat tes COVID-19.

Selain pengetesan masif sebut Berli, gugus tugas provinsi secara berkesinambungan meningkatkan kesiapan manajemen ruang perawatan COVID-19. Mulai dari tingkat pelayanan dasar, transportasi rujukan sampai ruang-ruang perawatan di Rumah Sakit. Hal tersebut sebagai upaya menekan risiko kematian kepada pasien positif COVID-19.

"Semuanya diperbaiki dan distandarisasi ulang sesuai standar baru untuk layanan COVID-19," kata Berli dalam keterangan resminya ditulis Bandung, Sabtu, 31 Mei 2020.

Berli menyebutkan sampai saat ini, tingkat keterisian ruang perawatan COVID-19 di rumah sakit rujukan hanya 30,21 persen. Dapat disimpulkan, katanya, ada 69,79 persen ruang perawatan COVID-19 di rumah sakit rujukan masih tersedia.

 

2 dari 2 halaman

APD Cukup

Sedangkan untuk alat pelindung diri (APD), Berli menuturkan pada bulan Mei 2020 seluruh permintaan sudah terpenuhi dan diklaim tidak ada lagi fasilitas kesehatan yang menyatakan kekurangan APD atau APD tak standar. Sebelumnya pada April lalu, semua daerah di Jabar menyatakan kekurangan APD yang layak sesuai level resiko.

"Permintaan membludak, baik langsung maupun lewat PIKOBAR," ucap Berli.

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar pun konsisten menginventarisasi pusat isolasi COVID-19 tambahan di sejumlah daerah. Hal tersebut sebagai upaya penguatan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan kasus positif COVID-19.

Sampai pertengahan pekan ini, Rabu 27 Mei 2020, jumlah tempat tidur di pusat isolasi di Jabar mencapai 1.312, dan sudah terisi sebanyak 153 tempat tidur atau 11,66 persen dari total kapasitas tempat tidur yang tersedia.

Hasil evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar terkini menyenutkan terdapat 12 daerah berada di level 3 atau zona kuning yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cimahi dan Kota Depok. Seluruh daerah tersebut jelas Kamil, pernah ditemukan kasus COVID-19 pada klaster tunggal sehingga direkomendasikan untuk melanjutkan PSBB parsial.

Sedangkan 15 daerah lainnya yakni Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Sukabumi, Kota Tasikmalaya dan Kota Cirebon, berada zona biru atau level 2 yang termasuk kategori dapat memasuki AKB.