Sukses

Agar Wajah Tak Jerawatan atau Terluka Akibat Memakai Masker Terlalu ketat

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah telah mengimbau penggunaan masker bagi masyarakat. Hal ini guna mencegah semakin meluasnya penyebaran virus corona (Covid-19).

Namun meskipun masker dibuat untuk bisa menyesuaikan bentuk wajah, namun beberapa masker yang menutup rapat di sekitar hidung dan mulut membuat pemakainya mengalami jerawat atau iritasi kulit. 

Dalam sebuah studi terbaru, peneliti dari University of Huddersfield di Inggris Prof Karen Ousey mengatakan, iritasi bisa terjadi saat pemakainya berkeringat.

"Gesekan kulit inilah yang menyebabkan kerusakan kulit, khususnya akibat tekanan di hidung dan pipi. Hal ini mungkin bisa menyebabkan robekan di kulit, dan bisa memicu potensi terinfeksi," katanya, seperti dikutip Medical News Today.

Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Wound Care pada Februari lalu, sebenarnya peneliti membahas juga soal berbagai perangkat medis, termasuk tabung endotrakeal dan nasogastrik, tabung oksigen, kateter urine, cervical collar (penyangga leher), dan gips. Namun, peningkatan penggunaan maskerlah yang membawa artikel ini disoroti.

 

 

2 dari 2 halaman

cara menjaga kulit agar tak mudah iritasi saat menggunakan masker

Prof Ousey menyarankan agar orang yang memakai masker dalam waktu lama untuk menjaga kelembaban kulit dan tetap terhidrasi. Mereka harus memakai krim wajah, minimal 30 menit sebelum memakai masker, sarannya. Penting juga menjaga kebersihan kulit di bawah masker.

"Kami menyarankan untuk melonggarkan masker setiap 2 jam. Jadi, saat selesai memeriksa pasien, longgarkan masker di tempat yang aman, dan bersihkan kulit lagi," ujar Prof Ousey.

Beberapa orang yang bekerja di swalayan, yang kemungkinan juga memakai masker untuk menurunkan risiko infeksi, juga disarankan untuk melepas masker mereka jika dirasa menggesek wajah.

Sebagaimana peraturan baru dari CDC, agar setiap orang memakai masker kain kemana pun saat di luar rumah. Tindakan tersebut untuk melindungi setiap orang, dan karena beberapa orang bisa saja terinfeksi Covid-19 meski tidak menimbulkan gejala (asimptomatik).

Namun, bagi petugas medis atau perawat disarankan untuk memakai masker medis, terutama N-95, karena mereka lebih membutuhkannya dan ketersediaan masker yang terbatas. 

Masker kain lebih longgar daripada masker medis, sehingga risiko penekanan pada wajah juga lebih rendah. Namun, memberi perhatian pada kulit wajah juga tidak ada salahnya untuk mengurangi luka akibat tekanan.