Sukses

Syarat Pasien Positif Corona COVID-19 yang Jalani Isolasi Rumah dan Rumah Sakit

Liputan6.com, Jakarta - Juru bicara penanganan COVID-19 di Indonesia, Achmad Yurianto, mengingatkan tidak semua orang yang dinyatakan positif terjangkit Virus Corona harus menjalani isolasi rumah sakit.

Pada beberapa kondisi, penerapan isolasi di rumah bisa diterapkan kepada kasus yang positif. Terpenting orang tersebut memahami protokol yang diberikan.

"Protokol menjadi penting untuk dipahami, karena dengan isolasi diri yang baik, kita memberikan jaminan tidak ada penularan yang terjadi di lingkungan keluarga dan masyarakat," kata Yuri saat memberikan keterangan pers di Kantor BNPB Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2020.

Menurut Yuri, tetap di rumah, menjauhi kerumuman, menghindari pertemuan menjadi upaya dalam memutus penularan Virus Corona di Indonesia.

 

2 dari 4 halaman

Jarak Kontak dengan Keluarga

Bagi pasien positif COVID-19 yang menjalani isolasi diri di rumah, untuk tetap menggunakan masker, menggunakan alat makan sendiri, tidak makan bersama keluarga yang sehat, dan tetap memerhatikan jarak kontak dengan keluarga.

"Jarak kontak tidak boleh kurang dari 1 sampai 1,5 meter," ujarnya.

 

3 dari 4 halaman

Memonitor Diri Sendiri

Selain itu, pasien juga diwajibkan memonitor keadaan kondisi tubuh sendiri.

Yuri, mengatakan, apabila panas tak juga turun, semakin batuk, disertai dengan sesak untuk segera menghubungi layanan kesehatan terdekat.

"Bila tidak mampu dilakukan di rumah, akan dilakukan isolasi rumah sakit dengan indikasi-indikasi tertentu," katanya.

Menurut Yuri, pasien positif Corona yang diisolasi di rumah sakit biasanya yang dirasa tidak mampu lantaran adanya penylit, penyakit kronis, dan penyakit penyerta lainnya.

4 dari 4 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini