Sukses

Lebih dari Seribu Orang di Korea Selatan Positif Terinfeksi Virus Corona

Liputan6.com, Jakarta Lebih dari 1.000 orang di Korea Selatan (Korsel) dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Tambahan 169 temuan baru COVID-19 membuat pasien bertambah menjadi 1.146 hingga Rabu siang.

Angka ini meningkat tajam dari pekan lalu yang hanya dilaporkan sebanyak 51 kasus infeksi virus corona. Peningkatan itu membuat Korsel menjadi "titik panas" virus corona kedua di Asia, setelah Tiongkok.

Mengutip Channel News Asia pada Rabu (26/2/2020), sekitar 90 persen kasus infeksi baru berasal dari Daegu yang merupakan kota terbesar keempat di Korsel yang juga merupakan pusat penyebaran.

Beberapa hari yang lalu, Presiden Korsel Moon Jae-in juga telah meningkatkan status ancaman virus corona menjadi level empat. Terakhir kali, status tersebut dinyatakan pada 2009 ketika wabah influenza menewaskan lebih dari 260 orang di sana.

"Kita dihadapkan dengan momen penting pada kasus virus corona," kata presiden Moon Jae-in seperti dikutip dari Vox. Dia menambahkan, beberapa hari ke depan adalah saat-saat yang kritis sehingga penting bagi semua pihak untuk memberikan respon menyeluruh terhadap masalah ini.

2 dari 3 halaman

Potensi Penularan dari Sekte Keagamaan

Peningkatan status ini membuat pemerintah diperbolehkan mengambil tindakan secara tegas seperti pembatasan transportasi umum, penerbangan baik dari dan masuk ke Korsel, serta penutupan sekolah.

Namun, berbeda dari Tiongkok yang segera menutup Hubei, dilaporkan Straits Times, pemerintah setempat belum mau mengambil tindakan penahanan untuk mencegah penyebaran virus.

Media-media setempat mengabarkan kemungkinan adanya keterkaitan kasus di Korsel dengan sebuah sekte keagamaan yang disebut Shincheonji. Ratusan anggota kelompok itu telah terinfeksi dan menyebarkannya ke para pasien di sebuah rumah sakit di Daegu.

Sekte tersebut dikabarkan memiliki cabang di Wuhan, kota di Tiongkok tempat awal mula virus corona berasal.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel mengatakan belum ada bukti tentang penularan dari kelompok itu. Meski begitu, mereka tetap melakukan investigasi terhadap kelompok ini dan cabang-cabangnya di Korsel dan Tiongkok.

Pendiri Shincheonji, Lee Man-hee, juga mengatakan bahwa mereka siap memberikan daftar anggotanya kepada pemerintah apabila membutuhkan tes terkait virus corona.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini