Sukses

Menoleh Terlalu Cepat, Remaja Inggris Meninggal Akibat Stroke

Liputan6.com, Jakarta Ben Littlewood, seorang pelajar di sekolah militer yang sehat, tidak mengonsumsi alkohol, atau merokok. Hingga suatu hari, sebuah kejadian tidak terduga membuatnya mengalami stroke lalu meninggal dunia.

Remaja 17 tahun itu diperkirakan terkena stroke usai menoleh dengan gerakan leher yang terlalu cepat di rumahnya. Pada 3 April tahun ini, dia ditemukan oleh sang ibu dan saudarinya mengalami kejang di lantai.

Delapan hari kemudian, Ben meninggal di rumah sakit. Namun, karena dianggap masih muda, dokter sempat tidak tahu apa penyakit yang dialami remaja asal Dukingfield, Inggris itu hingga empat hari ia dirawat.

Dikutip dari Mirror pada Sabtu (7/12/2019), usai melakukan pemindaian pertama tidak menunjukkan apapun, dokter melakukan CT scan kedua dan saat itulah, mereka menemukan adanya stroke iskemik berjenis langka.

2 dari 4 halaman

Tidak Disadari Dokter

Dokter Shiva Koteeswaran, konsultan ahli radiologi yang melakukan pemindaian tidak yakin karena otak remaja itu terlihat sangat normal meskipun dia menemukan sebuah benjolan di dahinya. Selain itu, basilar artery thrombosis juga jarang ia temui.

"Pada waktu itu saya tidak berpikir itu penting, tapi tiga bulan kemudian, saya diberitahu bahwa ada perbedaan," kata Koteeswaran.

"Saya hanya berharap saya bisa memutar kembali waktu. Saya masih tidak bisa mengatakan bahwa hasil pemindaian adalah Basilar Artery Thrombosis dan mengobatinya."

3 dari 4 halaman

Tidak Memiliki Masalah Kesehatan Apapun

Christopher Douglass, konsultan neurologis di Salford Royal Hospital mengatakan, jenis stroke yang diderita Ben sangatlah tidak biasa. Bahkan di usia pasien yang lebih tua.

"Pada orang muda yang mengalami stroke, gumpalan darah adalah penyebab paling umum. Pada usia muda, penyebab paling umum adalah pembekuan darah dari luka penyumbatan," kata Douglass.

Dia menambahkan, vena bisa rusak karena postur tubuh.

"Sama seperti memutarnya mungkin telah menyebabkan robekan di arteri dan sayangnya, tidak ada alasan lain. Ini cukup umum ketika kami menyelidik stroke pada satu dari lima kasus kami yang tidak kami ketahui penyebabnya serta berpotensi tidak mungkin diketahui."

Sementara itu, sang ibu Vicki Brocklehurst, meminta agar para orang-orang lebih meningkatkan kewaspadaan serta penelitian soal stroke. Dia juga mengenang putranya sebagai pemuda yang memiliki hati besar dan suka membantu orang lain.

"Pengajarnya memberitahu bahwa dia adalah salah satu siswa terbaik yang dimilikinya dan dia sangat suka perkuliahan. Tidak ada masalah kesehatan dan tidak ada kekhawatiran tentang narkoba atau alkohol," kata Vicki.

4 dari 4 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

  • Stroke adalah kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak.
    Stroke
Loading
Artikel Selanjutnya
6 Penyebab Stroke di Usia Muda yang Harus Diwaspadai
Artikel Selanjutnya
Cerita Model yang Stroke di Usia 22 Tahun dan Ingin Ikut Kontes Kecantikan