Sukses

Cek Fakta Kesehatan: Makan Nanas Bisa Bikin Keguguran?

Liputan6.com, Jakarta Kabar tentang buah nanas dapat menyebabkan keguguran masih kerap terdengar. Tak jarang hal ini menimbulkan dilema di kalangan ibu hamil. Beberapa percaya, rasa nanas yang asam dan zat tertentu di dalamnya dapat membahayakan kondisi janin dalam kandungan.

Kepercayaan terhadap bahaya makan nanas saat hamil bisa menyebabkan keguguran ini sudah ada sejak lama. Berdasarkan penelusuran Tim Health Liputan6.com, iformasi ini juga diunggah dalam forum diskusi daring sejak 2010 silam.

Dalam beberapa forum diskusi dikatakan bahwa nanas masuk dalam daftar makanan yang tidak boleh dimakan ibu hamil. Konon, katanya nanas dapat menyebabkan kontraksi dan yang paling berbahaya bisa mengakibatkan keguguran.

Lalu seperti apa kebenarannya? Dalam Cek Fakta Kesehatan edisi ini, Tim Liputan6.com berusaha mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut pada ahlinya.

 

 

2 dari 3 halaman

Kata Para Ahli

Dokter Dwiana Ocvianty SpOG(K) ketika dihubungi Health Liputan6.com, menyatakan bahwa nanas dapat menyebabkan keguguran tidaklah mempunyai dasar ilmiah sama sekali.

“Nanas bisa menyebabkan keguguran itu tidak ada dasar ilmiahnya alias hoaks,” ungkap dr. Dwiana.

Selain itu, Dwiana menambahkan bahwa semua ibu hamil boleh makan nanas. Namun, setiap ibu hamil yang ingin mengonsumsi nanas harus memperhatikan kebersihan buah nanas dan tidak berlebihan saat mengonsumsi buah asam yang satu ini. Saat mengonsumsinya dalam satu porsi tidak boleh lebih dari 200 gram.

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh dr. Better Versi Paniro, SpOG, seorang dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi. Secara medis Better Versi Paniro menyebut makan nanas dapat menyebabkan keguguran adalah mitos. 

“Jadi sebenarnya nanas itu tidak menyebabkan keguguran, hanya saja nanas dapat membuat rasa tidak nyaman pada lambung karena asam. Bukan karena berbahaya juga, cuma pada ibu hamil ususnya cenderung lambat untuk mencerna makanan,“ kata Better kepada Health Liputan6.com Jumat (15/11/2019).

Nanas memang punya kandungan bromelain, yang merupakan enzim proteolitik yang ditemukan pada bagian batang dan buah nanas. Enzim ini yang membuat lidah terasa pedas dan gatal setelah mengonsumsi nanas.

Better menyebut, dosis bromelain dalam satu buah nanas utuh tidak cukup tinggi untuk menyebabkan keguguran dan masalah pencernaan lainnya. Tapi konsumsi nanas dalam jumlah besar akan punya dampak berbeda dan menyebabkan ketidaknyamanan pada lambung.

“Enzim ini juga dapat mengganggu pencernaan dan pendarahan yang besar, jadi banyak orang yang bilang kalau makan nanas dapat membuat keguguran. Padahal sebenarnya yang membuat atau mengganggu hingga menyebabkan keguguran dan masalah pencernaan kalau jumlah nanas yang dikonsumsi (dalam satu waktu) 9 hingga 11 buah nanas,” tambahnya.

Menurut Better, pada dasarnya semua ibu hamil boleh mengonsumsi buah nanas dengan catatan tidak ada gangguan lambung, mual dan muntah saat makan nanas. Baik nanas yang sudah matang maupun nanas muda punya kandungan bromelain yang sama.

Dikutip dari klikdokter.com, dr. Nitish Basant Adnani BmedSc mengatakan di luar hubungannya dengan kehamilan, sebetulnya nanas merupakan buah yang bernutrisi dan bervitamin.

3 dari 3 halaman

Buah yang Baik untuk Ibu Hamil

Pada dasarnya semua buah punya kandungan dan nutrisi yang baik bagi ibu hamil termasuk nanas. Hanya saja ada beberapa buah yang tidak boleh secara berlebihan dikonsumsi ibu hamil.

“Prinsipnya semua buah boleh untuk ibu hamil, yang penting tidak mengandung gula seperti buah mangga. Sebaiknya dibatasi konsumsi mangga pada ibu hamil. Tapi buah yang lain-lainnya aman untuk ibu hamil,” terang Dr. Better Versi Paniro.

Secara medis Dr. Better Versi Paniro menyebut makan nanas dapat menyebabkan keguguran adalah mitos. Disamping efek sampingnya, kandungan vitamin C, serat dan mineral pada buah nanas justru sangat dibutuhkan untuk melancarkan pencernaan ibu hamil yang kerja ususnya cenderung menjadi lebih lambat. Selain itu nanas dan buah berwarna lainnya juga sangat baik untuk imunitas.

 

Ditulis oleh: Winda Nelfira

Loading
Artikel Selanjutnya
Yoga Nidra, Teknik Pernapasan Mengatasi Kecemasan karena Trauma Setelah Keguguran