Sukses

Masyarakat Indonesia yang Berobat ke Malaysia Banyak Warga Medan  

 

Liputan6.com, Medan - Indonesia menjadi salah satu pasar utama dalam hal urusan medis di Malaysia. Per tahun, warga dari Jakarta, Makassar, Surabaya, dan Medan banyak yang berobat atau hanya sekadar memeriksa kesehatan ke Negeri Jiran.

Chief Commercial Officer, Malaysia Healthcare Travel Council (MTHC), Nik Yazmin Nik Azman mengatakan, sampai Juni 2019 masyarakat yang melakukan urusan medis ke Malaysia mencapai 400 ribu orang. Pasien dari Sumatera Utara (Sumut), khususnya dari Kota Medan, menyumbang sekitar 40 sampai 50 persen.

"Jumlah ini memberikan nilai sekitar 400 Juta Ringgit Malaysia," kata Yazmin dalam acara AirAsia Travel Fair 2019 di Centre Point Mall, Medan, Sabtu (20/7/2019).

 

2 dari 4 halaman

Apa Itu Malaysia Healthcare Travel Council?

 

MHTC merupakan badan pemerintah yang telah diberikan kepercayaan untuk mengelola pariwisata kesehatan di Malaysia.

Di Negeri Jiran itu sendiri memiliki 200 rumah sakit swasta, dan 73 di antaranya terdaftar sebagai anggota MHTC yang dilengkapi berbagai layanan kesehatan kualitas terpercaya, teknologi kesehatan terdepan, dan fasilitas mutakhir untuk melayani pasien dari seluruh dunia.

"Dari 73 rumah sakit, 21 di antaranya mempunyai fasilitas lengkap. Rumah sakit yang tergabung juga memiliki akreditasi berstandar internasional," ujar Yazmin.

Dalam AirAsia Travel Fair di Medan, MHTC hadir selama tiga hari, mulai 19 sampai 21 Juli 2019. Pengunjung berkesempatan mendapatkan voucher mulai 200 ringgit hingga voucher 500 ringgit untuk melakukan pengobatan ke beberapa rumah sakit yang ditawarkan.

Salah satu perwakilan dari rumah sakit yang ada di Malaysia, Rumah Sakit (RS) Mahkota, yang memiliki 17 kantor perwakilan di Indonesia. Untuk di Medan terletak di Jalan Gaharu, Gang Berdikari, dalam setiap bulan menerima pasien asal Indonesia sebanyak 7.000 pasien.

 

3 dari 4 halaman

7.000 Pasien dari Indonesia Berobat ke Malaysia

 

Executive Marketing RS Mahkota, Norhayati Ahmad menjelaskan, dari 7.000 pasien asal Indonesia, untuk pasien asal Sumut sebanyak 500 pasien yang melakukan pengobatan ke mereka. RS Mahkota sendiri fokus pada pasien onkologi atau kanker, dalam hal ini kanker payudara.

"Di rumah sakit kami memiliki alat kesehatan cukup baik, terutama pada treatment radioterapi, meningkatkan kadar kesembuhan lebih tinggi dan mengurangi efek kebotakan pada kepala usai melakukan radioterapi. Kami juga menerima pasien dengan keluhan sakit jantung, dan lainnya," kata Norhayati.

 

4 dari 4 halaman

Program Bayi Tabung di Malaysia

 

Sementara bagi pasangan yang belum dikarunia buah hati, juga bisa memilih program bayi tabung yang ditawarkan Genesis IVF & Women's Specialist Centre di Penang.

Perwakilan dari Genesis IVF & Women's Specialist Centre, Katrina Felix menyebut, 70 persen pasien mereka berasal dari Sumut. Bahkan, rumah sakit khusus bayi tabung ini memiliki sekitar 40 sampai 50 persen pasien asal Kota Medan.

"Kita Menggunakan teknologi Pre Implantation Genetic Screening atau PGS untuk mengecek embrio pasien, yang mempunyai masalah kromosom," katanya.

Katrina menuturkan, tingkat keberhasilan untuk program bayi tabung antara 70 sampai 80 persen. Proses untuk bayi tabung ini memakan waktu dua bulan.

Tahap awal hingga penanaman embrio sekitar dua bulan. Sehingga pasien tidak perlu tinggal di Malaysia, dan cukup datang 2 sampai 3 kali.

"Harga untuk program bayi tabung sekitar Rp 70 juta, termasuk konsultasi, obat, proses pengambilan sel telur sampai tahap penanaman embrio. Bagi yang mendaftar melalui pameran ini, diberikan diskon 200 sampai 500 Ringgit Malaysia," Katrina menekankan.

Loading
Artikel Selanjutnya
McDonald's di Malaysia Berubah Nama Jadi 'Mekdi'
Artikel Selanjutnya
Zakir Naik Ditantang Malaysia Lihat Kehidupan yang Harmonis dalam Perbedaan