Sukses

Kenali Penyebab Leukemia, Gejala serta Cara Mencegahnya Sejak Dini

Liputan6.com, Jakarta Kanker masih menjadi salah satu penyakit terganas di dunia. Di Indonesia pun, penyakit ini banyak merenggut nyawa karena penanganan yang terlambat, maupun karena faktor lainnya. Kanker sendiri terdiri atas berbagai jenis. Dan salah satunya adalah kanker darah yang banyak terjadi di Tanah Air.

Salah satu tipe kanker darah yang paling ganas adalah leukemia. Penyakit ini dapat menyerang siapa pun tanpa terkecuali. Anak-anak hingga dewasa memiliki peluang terserang penyakit yang merusak fungsi darah ini.

Namun, kanker ini kebanyakan diderita oleh anak-anak. Menurut Institut Kanker Nasional Amerika Serikat, definisi Leukemia merupakan kanker yang terjadi pada sumsum tulang dan menyebabkan peningkatan sel darah putih yang abnormal di dalam darah.

Padahal, sel darah putih merupakan sel yang dibutuhkan tubuh untuk imunitas. Sementara itu, sumsum tulang merupakan organ tubuh yang membentuk sel-sel darah yang dibutuhkan tubuh, seperti sel darah putih, sel darah merah, dan platelet. Alhasil, sel kanker mempengaruhi organ pembentuk sel-sel darah sehingga mengalami kelebihan produksi.

Leukemia memiliki klasifikasi yang menggambarkan seberapa pesat kanker darah berkembang. Klasifikasi tersebut terdiri atas dua tipe yaitu Acute Leukemia dan Chronic Leukemia. Acute Leukemia terjadi ketika sel darah abnormal terus menerus berkembang biak sehingga memperburuk kondisi penderitanya.

Sementara itu, Chronic Leukemia terjadi karena beberapa faktor, yakni karena sumsum tulang memproduksi terlalu banyak sel atau bahkan terlalu sedikit sel. Jika Acute Leukemia berkaitan dengan sel darah yang belum matang, Chronic Leukemia justru berkaitan dengan sel darah yang matang.

2 dari 4 halaman

Penyebab Leukemia

Penyebab Leukemia atau kanker darah putih tidak semata-mata berasal dari diri penderita. Leukemia secara umum terjadi karena beberapa faktor. Selengkapnya, berikut adalah faktor penyebab Leukemia yang dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (5/3/2019).

1. Perawatan Kanker

Seseorang yang sebelumnya pernah menjalani kemoterapi dan terapi radiasi yang disebabkan oleh kanker jenis lain, dinilai menjadi salah satu penyebab Leukemia. Kemungkinan untuk terserang Leukemia meningkat karena pernah menjalani perawatan kanker.

2. Faktor Genetik

Kelainan yang bersifat turunan, misalnya Down Syndrome punya dampak negatif sebagai penyebab leukemia. Penderita Down Syndrome membuat peluang resiko terkena Leukemia bertambah besar.

Lebih lanjut, seseorang yang memiliki keluarga, orangtua atau saudara kandung yang mengidap leukemia, mengalami peningkatan risiko dua sampai empat kali kali lebih tinggi mengalami kondisi serupa.

Risiko tersebut lebih tinggi lagi jika leukemia tersebut dialami oleh saudara kembar. Jika si A didiagnosis dengan kanker darah, kembarannya pun berisiko tinggi terkena Leukemia (1 dari 5 anak kembar), terlebih jika penyakit tersebut dialami dalam tahun pertama kehidupan.

3. Faktor Lingkungan

Penyebab Leukemia selanjutnya adalah faktor lingkungan. Paparan radiasi atau bahan kimia tertentu juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena Leukemia. Misalnya, paparan radiasi tinggi pada korban selamat bom atom Jepang, mengalami peningkatan risiko mengidap Leukemia jenis AML enam sampai delapan tahun setelah terpapar.

Kandungan bensol dalam bensin dan industri kimia juga memiliki kaitan terhadap meningkatnya resiko terkena beberapa jenis kanker darah. Bahkan, janin yang masih dalam kandungan pun dapat terserang penyakit ganas ini.

4. Gaya hidup

Faktor-faktor yang terkait gaya hidup kayak merokok, obesitas, terlalu sering konsumsi alkohol, dan tinggi paparan sinar matahari merupakan salah satu penyebab Leukemia.

Beberapa studi juga menyebutkan bahwa wanita yang mengonsumsi alkohol berlebihan saat hamil, dapat mengalami peningkatan risiko memiliki bayi yang mengidap Leukemia. Diet tinggi antioksidan seperti buah dan sayuran dapat membantu mencegah kerusakan DNA akibat radikal bebas (polusi, asap rokok, dan sinar matahari).

3 dari 4 halaman

Gejala Leukemia

Gejala yang ditunjukkan penderita Leukemia memang tidak begitu jelas dan sulit dikenali karena hampir sama dengan gejala penyakit lain. Namun, beberapa gejala umum kerap terjadi. Meski tiap gejala bergantung pada jenis kanker darah, berikut adalah gejalanya:

1. Demam atau menggigil;

2. Rasa lelah dan lemah yang berkepanjangan;

3. Infeksi sering terjadi dan bahkan parah;

4. Berat badan turun meski tidak sedang diet;

5. Pembengkakan kelenjar getah bening, pembengkakan hati atau empedu;

6. Mudah berdarah atau memar;

7. Mimisan yang berulang;

8. Muncul bintik-bintik merah pada kulit;

9. Keringat berlebih, khususnya pada malam hari

10. Nyeri tulang

4 dari 4 halaman

5 Sayur untuk Mencegah Ganasnya Leukemia

Brokoli

Brokoli dikenal untuk mencegah serangan kanker dari dalam tubuh, termasuk kanker darah. Sebabnya, brokoli mengandung senyawa alami yang disebut sebagai sulforaphane yang bekerja dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membunuh semua senyawa karsinogen penyebab kanker.

Kembang kol

Kembang kol yang memiliki satu marga dengan brokoli ini juga dikenal efektif untuk cegah kanker. Sama seperti brokoli, kembang kol berfungsi mencegah leukemia karena kandungan sulforphane di dalamnya.

Tomat

Mengonsumsi tomat secara rutin sangat bermanfaat untuk mencegah kanker. Sebab tomat mengandung likopen yang mampu mengurangi penyerapan senyawa karsinogen di dalam tubuh.

Lobak

Banyak orang yang tidak terlalu suka makan lobak karena rasanya yang pahit. Nyatanya lobak memiliki khasiat besar untuk cegah kanker darah karena lobak juga mengandung sulforaphane.

Kubis merah

Kubis merah saat ini mulai banyak dikonsumsi. Selain rasanya yang unik, kubis merah juga mengandung sulforaphane yang lebih tinggi dari sayuran lain sehingga tentu saja bermanfaat untuk cegah kanker.

Loading
Artikel Selanjutnya
Penyakit Menular Seksual, Gejala dan Cara Penanganannya yang Harus Diketahui
Artikel Selanjutnya
Harga iPhone 6 2017 dan Spesifikasinya, Smartphone dengan Fitur Premium