Sukses

KLB Rabies Melanda Kabupaten Dompu NTB

Liputan6.com, Nusa Tenggara Barat Rabies tengah melanda Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Bahkan pemerintah Kabupaten Dompu sudah resmi menyatakan, rabies menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Akibat terkena gigitan anjing liar, yang positif rabies, sebanyak dua orang meninggal dunia. Saat ini, ada satu pasien yang masih dirawat di rumah sakit di daerah Dompu.

Pasien tersebut sudah mulai membaik setelah menjalani perawatan di ruang isolasi. Ketika sudah sembuh, ia sudah diperbolehkan pulang. Kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, lebih lanjut soal KLB rabies.

"Data hingga kemarin pagi, Minggu, 20 Januari 2019, jumlah warga yang terkena gigitan ada 192 orang. 192 orang itu adalah korban gigitan anjing, tapi bukan berarti semuanya terjangkit virus rabies. Pokoknya, yang digigit anjing," terang Eka saat dihubungi Health Liputan6.com melalui sambungan telepon, Senin, 21 Januari 2019.

Penetapan KLB rabies juga didorong adanya temuan kasus dua orang yang meninggal akibat gigitan anjing liar. Hasil uji laboratorium dari Balai Besar Veteriner Denpasar, Bali juga menemukan, satu ekor anjing yang dijadikan sampel terpapar virus rabies yang mematikan.

 

 

Simak video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Kasus gigitan anjing

Gigitan anjing liar, yang bisa berpotensi rabies, semakin meningkat di Kabupaten Dompu sejak Juli-Agustus 2018. Warga yang terkena gigitan anjing liar semakin bertambah.

"Kasus gigitan anjing sebenarnya sudah terjadi Juli-Agustus 2018. Tapi pada waktu itu belum ditemukan adanya warga yang meninggal karena gigitan anjing. Hingga akhirnya, baru-baru ini ada warga yang meninggal akibat rabies. Kena gigitan anjing liar," Eka menambahkan.

Data Dinas Kesehatan NTB mencatat, korban gigitan anjing pada Juli-Agustus 2018 sebanyak 7 orang, Oktober ada 7 orang, November ada 27 orang, Desember sebanyak 64 orang. Kemudian korban gigitan anjing pada Januari 2019 sebanyak 84 orang.

Jumlah korban gigitan anjing dari Juli 2018 sampai 20 Januari 2019 sebanyak 192 orang.

Penampakan Hati Ayam Bertuliskan Angka dan Huruf di Kupang

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Dikira Mengalami Kecemasan, Wanita Ini Ternyata Terkena Rabies