Sukses

14 Tahun Mendatang Semakin Banyak Remaja yang Didiagnosis HIV AIDS?

Liputan6.com, Jakarta Jumlah remaja yang mengalami permasalahan kesehatan global, seperti HIV AIDS, akan terus meningkat pada 2032.

Berdasarkan survei yang dilakukan Columbia University, ditemukan bahwa seks yang tidak aman telah menjadi faktor risiko yang paling cepat berkembang untuk kesehatan yang buruk, baik bagi laki-laki maupun perempuan berumur 15 sampai 19 tahun.

Tahun 1990 kejadian ini masih menempati urutan nomor 13. Akan tetapi, semakin ke sini semakin kecil pula peringkat untuk kondisi tak mengenakkan itu.

John Santelli dari Columbia University Mailman School of Public Health di Amerika Serikat, mengatakan, pada 2013 saja sudah menempati urutan ke-2.

"Dari perspektif hidup saja, remaja ini berisiko besar mengalami permasalahan kesehatan global, seperti HIV AIDS, penyakit kronis, dan masalah kesehatan seksual serta reproduksi," kata John dikutip dari Times of India, Sabtu, 1 Desember 2018.

Dua pertiga dari orang-orang muda di seluruh dunia dapat terhindar dari masalah kesehatan yang sebenarnya dapat dicegah sehingga tidak perlu diobati. Kehamilan dini, seks tidak aman, kekerasan, merupakan ancaman berkelanjutan untuk kesehatan dan kesejahteraan mereka.

Remaja juga menghadapi tantangan baru, termasuk meningkatnya jumlah obesitas dan kesehatan mental.

Artikel Selanjutnya
Kegunaan Protein di Tubuh Orang dengan HIV AIDS
Artikel Selanjutnya
Tidak Ada Pantangan Khusus untuk Orang dengan HIV AIDS, Hanya Ini yang Harus Dihindari