Sukses

Kecerdasan Buatan Google Diklaim Lebih Akurat Deteksi Kanker Ketimbang Dokter

Liputan6.com, Jakarta Peneliti kanker terus mengembangkan teknologi yang bisa digunakan dokter untuk memindai, mendeteksi, dan mengobati kanker. Saat ini, kecerdasan buatan digunakan untuk membantu ilmuwan berperang melawan penyakit tersebut.

Melansir New York Post pada Rabu (17/10/2018), dalam sebuah unggahan di blog terbarunya, para peneliti Google mengklaim bahwa kecerdasan buatan mereka yang dikenal sebagai LYNA (Lymph Node Assistant), mencapai kecanggihan yang luar biasa.Teknologi tersebut diungkapkan para ilmuwan mampu mengetahui perbedaan antara kanker dan non-kanker dengan akurasi 99 persen.

Google menjelaskan dalam makalah penelitian terbarunya, LYNA menunjukkan akurasi yang luar biasa dalam menentukan apakah kanker payudara telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Saksikan juga video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Lebih akurat daripada dokter

Google mencatat, diagnosis patologis metastasis kelenjar getah bening (menentukan apakah kanker telah menyebar) bisa sangat tidak akurat. Hal ini sering karena waktu krisis dan keputusan yang bergerak cepat di tahap awal pengobatan.

"LYNA mampu secara akurat menentukan lokasi dari kanker dan area mencurigakan lainnya, beberapa di antaranya terlalu kecil untuk secara konsisten dideteksi oleh patolog," tulis pernyataan mereka.

"Dengan demikian, ada manfaat potensial dari LYNA adalah menyoroti bidang yang menjadi perhatian bagi ahli patologi untuk meninjau dan menentukan diagnosis akhir," tambahnya.

Di masa depan, kecerdasan buatan ini diharapkanbisa menjadi alat yang penting dalam mendeteksi kanker. Selain itu, hal tersebut bisa menjadi sebuah pilihan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Live Streaming EMTEK GOES TO CAMPUS 2018 di Surabaya

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Anak Kena Kanker Tulang, Harus Amputasi Juga?
Artikel Selanjutnya
Deteksi Dini Kanker pada Anak Tidak Bisa dengan Skrining, tapi...