Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

Verifikasi UmurStop Disini

Terlalu Banyak Seks Oral, Muncul Luka Aneh di Langit-Langit Mulut Pria Ini

Liputan6.com, Meksiko Akibat terlalu banyak seks oral, sebuah luka aneh berbentuk lingkaran muncul di langit-langit mulut seorang pria. Hal itu disampaikan dokter gigi, Luis Alberto Mendez, yang menangani langsung pasien pria yang tak disebutkan namanya ini.

Pria yang berusia 47 tahun itu berkonsultasi ke dokter gigi setelah menyadari giginya retak. Ketika Luis memeriksa mulutnya, ia melihat lesi (luka) berbentuk melingkar di langit-langit mulut.

Rupanya pria asal Meksiko itu tidak menyadari adanya lesi. Ini karena lesi yang muncul terasa tidak sakit, sesuai ditulis New York Post, Rabu (3/6/2018).

Awalnya, dokter gigi juga dibuat bingung. Demi memeriksa kondisi pasiennya, ia mengambil riwayat lengkap pasien. Laporan kasus ini dipublikasikan dalam British Medical Journal (BMJ).

 

 

Simak video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Pelebaran pembuluh darah

Pasien pria dengan lesi di mulut ini juga punya riwayat menggunakan ganja dan kokain. Ia juga aktif melakukan seks oral dengan sesama pria.

Terakhir kali melakukan seks oral adalah tiga hari sebelum pergi ke dokter gigi, menurut laporan dari BMJ.

Dokter gigi menyimpulkan lesi, yang dikenal sebagai eritema dipicu seks oral yang terlalu banyak.

"Langit-langit mulut yang terkontak dengan kelenjar penis dapat menyebabkan hematoma-- kumpulan darah tidak normal di luar pembuluh darah. Ini karena adanya dilatasi (pelebaran) pembuluh darah yang terjadi saat seks oral," jelas Luis.

3 dari 3 halaman

Lesi hilang sendiri

Lesi pun hilang dengan sendirinya setelah 15 hari. Pria itu dapat melanjutkan kehidupan seksnya.

Kasus lesi akibat seks oral bukan pertama kalinya. Meskipun jarang terjadi, sebuah penelitian terhadap 132 pekerja seks di Peru mencatat, 17 pekerja seks menderita lesi di mulut karena seks oral.

“Sangat penting untuk mempertimbangkan seks oral. Pada risiko yang lebih tinggi, kita harus mempertimbangkan, kemungkinan penyakit menular seksual yang terjadi," Luis menambahkan.

BERAGAM KECANTIKAN, SATU INDONESIA

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Tips Jaga Kebersihan Mulut dan Gigi Saat Puasa Ramadan
Artikel Selanjutnya
Puasa Turut Tingkatkan Kesehatan Gigi dan Mulut