Sukses

Pasutri Cakep Punya Anak Biasa Saja, Ada yang Salah?

Liputan6.com, Jakarta Anak dari pasangan suami istri berparas rupawan bisa saja lahir dengan wajah yang biasa saja. Semua tergantung dari genetika siapa yang diwarisi anak itu.

"Seorang anak membawa genetik dari bapak-ibunya, dan bapak-ibunya membawa genetik dari kakek atau nenek si anak tersebut. Begitu terus," kata dr Ifzal Asril SpOG.

Misal, ada seorang anak yang terlahir dengan mata sipit padahal ibu dan bapaknya memiliki mata yang belo.

Bisa jadi mata sipit itu dibawa dari genetika sang kakek atau siapa saja dari keluarga kedua belah pihak yang memang punya genetika mata sipit.

"Kalau di tubuhnya lebih banyak genetik kakeknya, sipitlah anak itu," kata dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Rumah Sakit Hermina saat dihubungi Health Liputan6.com belum lama ini.

 

1 dari 4 halaman

Ibu Cantik dan Bapak Ganteng, Apakah Anak Akan Terlahir Cakep Juga?

Menurut Ifzal, banyak aspek turut memengaruhi "warisan" yang didapat si Kecil dari ibu bapaknya. Jangan langsung berharap anak akan terlahir cantik atau ganteng, karena kedua orangtua dianugerahi wajah menawan.

Sebab, semua itu tidak akan jadi kalau selama mengandung, ibu atau ayahnya tidak mempedulikan asupan gizi selama anak di dalam rahim.

"Bapak dan ibunya cakep. Tinggi, misalnya. Terus, anaknya selama dalam kandungan tidak mendapatkan gizi yang cukup, sesudah lahir pun gizinya juga enggak cukup. Anaknya jadi pendek dan rambutnya tipis, kan bisa saja," kata Ifzal

Gizi yang baik tidak hanya berpengaruh saat bayi masih dalam janin. Gizi yang dia dapat akan memengaruhi tumbuh kembangnya setelah lahir.

"Mempengaruhi tinggi badan, misalnya. Kalau gizi tidak cukup, bagaimana dengan pertumbuhan tulangnya?" kata dia menambahkan.

 

2 dari 4 halaman

Pesan untuk Calon Kedua Orangtua yang Akan Punya Anak

Buat calon orangtua yang sebentar lagi akan memiliki anak, jangan kaget seandainya anak yang lahir nanti tidak sesuai harapan.

Anda sebagai orangtua berharap anak berhidung mancung lantaran Anda mancung. Coba cek genetika di keluarga Anda. Siapa tahu ibu dan bapak Anda justru diwarisi gen hidung pesek, yang kemudian gen itu diwarisi ke anak Anda.

"Kalau misalnya anaknya enggak sama dengan bapak ibunya, cek genetiknya saja, enggak usah debat kusir. Kalau sama, enggak usah didebatin, itu tetap anaknya," kata Ifzal memberi pesan.

 

3 dari 4 halaman

Cek Kecukupan Gizi Anak

Kemudian setelah itu, lihat lagi bagaimana kecukupan gizinya. Contohnya saja orang Jepang.

Dulu, kata Ifzal, orang Jepang itu diketahui kecil-kecil dan pendek-pendek saat perang dunia ke-2 berlangsung.

Sekarang, setelah mereka paham artinya gizi yang baik dan status gizinya juga sudah bagus, tubuh orang Jepang menjulang tinggi.

"Paling gampang seperti ini. Kayak cek golongan darah. Kalau bapak golongan darahnya A dan si ibu golongan darahnya O, enggak mungkin anaknya B. Golongan darah anak pasti A atau enggak O. Itu yang paling mudah. Kalau mau lebih lengkap lagi, periksa macam-macam," kata Ifzal menekankan.

Artikel Selanjutnya
Hamil di Usia 38 Tahun, Happy Salma Ogah Ngidam Aneh-Aneh
Artikel Selanjutnya
Komentari Gaya Pacaran Anak Masa Kini, Intan Nuraini Dianggap Nyinyir