Sukses

Kenali 4 Jenis Ulat Bulu Beracun di Sekitar Kita

Liputan6.com, Jakarta Pernah terkena ulat bulu yang bikin kulit gatalnya minta ampun? Jika iya, itu adalah salah satu jenis dari ulat beracun.

Ulat bulu beracun, secara sederhana, adalah ulat yang minimal mempunyai satu atau lebih kelenjar racun, mekanisme ekskresi serta alat untuk menginjeksi racun. Secara garis besar ada dua kelompok, yakni ulat beracun pasif dan aktif, seperti diterangkan Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hari Sutrisno.

Ulat beracun pasif berarti memiliki kelenjar dan saluran racun. Namun, tidak memiliki alat untuk menyuntikkan venom (kelenjar racun).

"Sedangkan kelompok yang beracun aktif, selain mempunyai kelenjar racun juga dilengkapi alat untuk memasukkan racun ke tubuh lawan/binatang lain, misalnya ulat Limacodidae,” jelas Hari.

Pria yang telah menjadi peneliti ngengat di LIPI sejak 1994 ini menjelaskan ada beberapa macam bulu atau duri pada ulat beracun, yakni:

1. Bulu-bulu normal

Biasanya bulu-bulu pada ulat Noctuidae dan Arctiidae. Bulu ulat ini halus dan mudah putus ujungnya. Sehingga akan mudah masuk ke dalam kulit manusia bila terjadi kontak langsung.

2. Struktur khusus pada ujung bulu

Biasanya bulu-bulu pada ulat Lasiocampidae. Bulu-bulunya biasanya menempel lekat pada tubuh larvae.

Bulunya agak tebal berbeda dalam ukuran panjangnya dan pangkal yang tumpul dan menebal. Ujung yang tajam menunjukan struktur menyerupai mata gergaji. Bila ulat bulu beracun satu ini mengenai kulit manusia akan menyebabkan iritasi seperti mengutip rilis LIPI ditulis Jumat (15/12/2017).

 

Saksikan juga video berikut ini:

1 dari 2 halaman

Jenis bukan bulu, tapi duri

3. Bulu ulat dengan dasar lancip

Biasanya bulu-bulu pada ulat Lymantriidae. Contohnya seperti serangan ulat bulu di Probolinggo, Jawa Timur di 2011.

4. Duri beracun

Tipe duri beracun yang dimiliki kelompok Limacodidae berbeda dengan jenis yang lain. Duri ulat ini memiliki ukuran panjang dan lebar dibanding bulu di ketiga jenis sebelumnya. Lalu, ujung duri sangat lancip dan tajam.

"Duri racun ini bekerja menyerupai jarum suntik. Ulat jenis ini akan menyuntikan durinya yang berbisa ke dalam organisme yang menyentuhnya atau mengganggunya dengan cara kontak langsung,” jelas Hari.

Biasanya sengatan panas, kata Hari, bakal hilang dalam 3-4 jam. Salah satu cara mengatasinya dengang mengompres menggunakan air es. Bila kondisi tubuh memburuk bisa mengonsumsi antihistamin. Namun, jika amat mengganggu sebaiknya segera ke dokter. 

Artikel Selanjutnya
Burung Asli Sumatera Penghuni Lantai Hutan Gambut
Artikel Selanjutnya
Cegah Malaria, Sereh Manjur Usir Nyamuk