Sukses

7 Tanda Sperma Sehat dan Kuat

Liputan6.com, Jakarta Mengukur kekuatan dan kesehatan sperma memang bukan perkara mudah, setidaknya Anda tidak bisa melakukan hal ini tanpa mengunjungi dokter.

Namun, jika Anda belum bisa mengunjungi dokter dalam waktu dekat, ada beberapa tanda-tanda ilmiah yang bisa menunjukkan kondisi kesehatan sperma.

Melansir Men's Health, Senin (1/5/2017), berikut 7 tanda sperma yang sehat dan kuat:

1. Perut rata

Sebenarnya, Anda tidak harus memiliki six pack untuk punya sperma yang sehat dan kuat. Selama perut tidak buncit, kemungkinannya sperma pria baik-baik saja.

Para peneliti dari Belanda menemukan, pria dengan lingkar pinggang 40 inchi atau lebih memiliki konsentrasi sperma yang lebih rendah dan jumlah gerakan sperma yang lebih kecil dibanding pria dengan lingkar pinggang lebih kecil.

Para peneliti belum menemukan alasan pasti kenapa perut buncit buruk bag isperma. Namun mereka yakin, kelebihan berat badan--terutama di perut--bisa mengganggu pelepasan hormon seks, sekaligus produksi dan perkembangan sperma.

2 dari 4 halaman

2. Rahang tak terlalu persegi

Buat Anda yang tidak memiliki rahang persegi yang sering dianggap perlambang maskulinitas, silahkan merasa senang. Memiliki garis wajah yang maskulin ternyata malah berefek kebalikan untuk urusan kejantanan, menurut sebuah studi baru.

Para peneliti dari Finlandia dan Spanyol baru-baru ini menemukan, pria yang wajahnya dianggap maskulit--lebih lebar dan tegas--spermanya cenderung berkualitas lebih rendah dibanding pria yang wajahnya cenderung feminin.

Salah satu alasan yang masuk akal: ada sebuah teori yang disebut "tradeoff hypothesis" alias hipotesis kompensasi. Sederhananya, pria memiliki sejumlah energi tetap yang diperuntukkan untuk sumber reproduksi. Dan energi tadi harus didistribusikan pada sejumlah komponen.

"Jadi jika pria menghabiskan lebih banyak energi sumbernya pada produksi sperma, dia akan memiliki sisa energi yang lebih sedikit untuk mengembangkan kelebihan seksual sekunder yang lain, seperti wajah yang maskulin," tukas penulis penelitian Jukka Kekäläinen, Ph.D.

3. Suka makan ikan

Jika Anda suka daging merah, waspadalah. Hal ini bisa berefek negatif pada sperma.

Para peneliti dari Harvard University menemukan, pria yang makan lebih banyak makanan berproses memiliki jumlah sperma yang jauh lebih kecil.

Di sisi lain, ikan justru memiliki efek pelindung sperma. Para pria yang banyak makan ikan--terutama ikan berdaging gelap seperti salmon dan tuna--memiliki konsentrasi sperma 65 persen lebih tinggi dibanding mereka yang jarang makan ikan.

Hal ini karena ikan kaya akan omega-3 yang berperan dalam produksi sperma.

3 dari 4 halaman

4. Jarang pakai celana dalam ketat

Jika Anda pria yang lebih suka mengenakan boxer dibanding celana dalam tipe klasik (brief), Anda boleh lega. Celana dalam tipe briefs bisa jadi sangat ketat dan membuat sperma sesak.

Sebuah studi dari Inggris pada tahun 2012 menemukan, pria yang mengenakan boxer risiko spermanya tidak sehat 24 persen lebih rendah dibanding mereka yang menggunakan briefs.

Motilitas, atau bagaimana sperma berenang, adalah hal yang penting. Karena sperma yang berenangnya lamban bisa mengalami kesulitan mencapai sel telur untuk bisa membuahinya secara sukses.

"Celana dalam yang longgar (seperti boxer) membuat suhu di skrotum lebih rendah dibanding celana dalam ketat. Inilah kenapa kualitas sperma bisa tetap terjaga," ujar penulis penelitian Andrew Povey, Ph.D.

Ada juga bukti, suhu testis yang tinggi bisa mencegah produksi sperma.

5. Rajin olahraga

Para peneliti dari Harvard menemukan, pria yang rajin berolahraga setidaknya 15 jam seminggu memiliki konsentrasi sperma 73 persen lebih tinggi dibanding mereka yang jarang berolahraga.

Tak hanya olahraga membantu menjaga berat badan, hal ini juga membantu menyalurkan antioksidan ke selurh penjuru tubuh. Jadi berolahraga secara teratur bisa membantu mencegah radikal bebas merusak sel sperma.

4 dari 4 halaman

6. Memiliki suara tinggi

Suara pria biasanya lebih rendah dari wanita. Namun, pria bersuara sangat dalam--yang cenderung dianggap lebih maskulin--ternyata malah memiliki kualitas sperma yang buruk, menurut studi dari University of Western Australian.

Para peneliti menemukan, walaupun wanita menganggap pria dengan suara rendah lebih menarik, pria ini memiliki konsentrasi sperma yang lebih rendah saat mereka ejakulasi.

Hal ini bisa jadi berhubungan dengan kadar testosteron, menurut penulis studi Leigh Simmons, Ph.D. Walau testosteron dikaitkan dengan fitur wajah yang maskulin, terlalu banyak testosteron malah bisa menekan produksi sperma.

7. Tidak makan makanan panas di plastik

Bisphenol-A (BPA), senyawa yang bisa masuk ke dalam makanan dari plasti ketika panas, ternyata bisa merusak sperma Anda.

Para peneliti dari Denmark menemukan, pria yang memiliki kadar BPA tinggi dalam urinnya memiliki kadar motilitas sperma yang jauh lebih rendah.

Menurut para peneliti, ini karena BPA bisa mempengaruhi aktivitas estrogen dan androgen di testis, sehingga bisa menekan perkembangan sperma.

Jadi, mulai sekarang biasakan untuk menggunakan alas makan kaca saat Anda akan memanaskan sesuatu atau makan makanan panas.

Loading
Artikel Selanjutnya
Revitalisasi Kawasan Monas Ditargetkan Rampung pada 2021
Artikel Selanjutnya
3 Kebijakan Ahok Benahi Jakarta, Gusur Lokalisasi hingga Gagas Karya Monumental