Sukses

Indonesia Capai Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal

Liputan6.com, Jakarta Setelah melaksanakan validasi eliminasi TMN (Tetanus Maternal dan Neonatal) pada 10-15 Mei 2016 di regional 4, diputuskan Indonesia Timur telah mencapai status eliminasi.

Laman resmi Kementerian Kesehatan RI, Sehat Negeriku melaporkan, validasi dilakukan oleh WHO/HQ, WHO/SEARO, WHO Indonesia, UNICEF dan UNFPA bersama Kemenkes. Dengan demikian, seluruh wilayah Indonesia telah mencapai eliminasi TMN.

Upaya eliminasi TMN sebenarnya sudah dimulai di Indonesia sejak 1990 dengan fokus pada upaya imunisasi rutin Tetanus Toxoid (TT) pada saat pemeriksaan kehamilan. Kampanye imunisasi TT pada pada kelompok Wanita Usia Subur (WUS) di daerah berisiko tinggi dan upaya persalinan yang higienis.

Untuk mempertahankan status eliminasi TMN di Indonesia, perlu dilakukan berbagai upaya antara lain:

-Mempertahankan tingkat kekebalan terhadap Tetanus dengan mempertahankan cakupan imunisasi TT yang tinggi (≥ 80%) melalui kegiatan imunisasi rutin pada bayi, anak usia sekolah dasar (BIAS), ibu hamil, calon pengantin dan imunisasi tambahan pada WUS (kampanye TT).

- Menjamin ketersedian lemari es vaksin (cold chain) yang berfungsi dengan baik di semua Puskesmas.

- Menyelenggarakan Posyandu minimal empat kali setahun untuk daerah terpencil. Semua Posyandu selain memberikan layanan imunisasi pada bayi harus juga memberikan layanan vaksinasi TT pada ibu hamil dan pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care)

- Melakukan kajian secara berkala untuk menilai risiko TMN dan segera melakukan tindakan korektif jika diperlukan

- Mempertahankan dan meningkatkan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan paling tidak 70% di setiap kabupaten

- Melaksanakan surveilans Tetanus Neonatal yang reliabel.

- Dalam upaya mencapai status eliminasi TMN, seluruh provinsi di Indonesia dikelompokkan ke dalam empat regional. Regional 1 meliputi Jawa dan Bali, regional 2 meliputi Pulau Sumatera, regional 3 meliputi Kalimantan, Sulawesi, NTT dan NTB, dan untuk regional 4 meliputi Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Regional 1, 2, dan 3 telah di deklarasikan eliminasi MNT pada 2010 dan 2011, menyusul Regional 4 di 2016.

Tetanus pada maternal dan neonatal merupakan penyebab kematian paling sering terjadi akibat persalinan dan penanganan tali pusat tidak bersih. Tetanus ditandai dengan kaku otot yang nyeri yang disebabkan oleh neurotoxin yang dihasilkan oleh Clostridium tetani pada luka anaerob (tertutup).

Tetanus neonatorum (TN) adalah tetanus pada bayi usia hari ke 3 dan 28 setelah lahir. Sedangkan Tetanus maternal (TM) adalah tetanus pada kehamilan dan dalam 6 minggu setelah melahirkan. Bila tetanus terjadi angka kematian sangatlah tinggi, terutama ketika perawatan kesehatan yang tepat tidak tersedia. Saat ini kematian akibat tetanus pada maternal dan neonatal dapat dengan mudah dicegah dengan persalinan dan penanganan tali pusat yang higienis, dan / atau dengan imunisasi ibu dengan vaksin tetanus.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS