Sukses

Ras Juga Pengaruhi Risiko Penyakit Sendi

Liputan6.com, Jakarta Anda patut bersyukur sebagai orang Indonesia yang tinggal di daerah kepulauan. Pasalnya, risiko penyakit nyeri sendi atau Osteoarthritis (OA) datang saat memasuki usia pensiun.

Hal ini dikatakan oleh dr. Adrian W. Tarigan, Sp.OT, spesialis ortopedi dan traumalogy dari Rumah Sakit Jakarta, pada Selasa (3/11/2015) sore di Hotel Millenium. Pada sebuah diskusi bertajuk SOHO #BetterU, Osteoarthritis The Never Ending Story, sang dokter mengungkapkan empat akibat penyakit OA.

"Pertama karena faktor penuaan. Apalagi wanita pasca-menopause, yang sudah kehilangan hormon estrogen," tutur dr. Adrian membuka pembicaraan. Ditambah trauma pada cedera lama dan penyakit lain yang sedang diidap, ternyata faktor ras juga berpengaruh.

Ras kulit putih dikatakannya bisa mengalami OA pada usia akhir 30 tahun. Berbeda dengan orang Indonesia yang terkena nyeri sendi di usia pensiun atau di atas 45 tahun.

"Ras kulit putih cenderung lebih awal terkena OA karena kurang mengkonsumsi makanan laut, terjebak diet tertentu sampai menjadi vegetarian," katanya menambahkan.

"Kalau usia 38-42 sudah terkena OA itu biasa di sana. Di Indonesia, rata-rata pasien saya yang datang adalah pensiunan yang mengaku mengabaikan kesehatan sendi karena sibuk bekerja," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, SOHO Global Health selaku penggagas acara diskusi juga menghadirkan dr. Theresia Sandra Dian Ratih dari Kementerian Kesehatan RI datang untuk menjelaskan layanan kesehatan pemerintah soal penyakit Osteoarthritis.

Loading
Artikel Selanjutnya
Sensasi Menginap di Pusat Kota Ditemani Mural Wajah Jakarta
Artikel Selanjutnya
Pemerintah Uji Coba Kartu Prakerja di Jakarta dan Bandung