Sukses

Penyakit yang Memburu Anak Muda Zaman Sekarang, Waspadalah

Liputan6.com, Jakarta Penyakit jantung tak hanya menyerang mereka yang sudah berusia tua. Sekarang, orang muda usia di bawah 40 tahun, juga banyak yang terserang pembunuh nomor satu di dunia ini.

Dr. dr. Anwar Santoso, SpJP(K), FIHAM, FACC menyebutkan, gaya hidup anak muda sekarang berbeda sekali dengan anak muda zaman dahulu. Faktor risiko seperti merokok, meningkatnya gangguan kolesterol, tekanan darah yang meninggi diderita oleh banyak anak muda zaman sekarang.

"Data-data dari riset kesehatan dasar (Riskesdas) menunjukan bahwa banyak anak muda terserang gangguan ini. Kita lihat di sejumlah rumah sakit pun, justru banyak orang muda yang menderita penyakit jantung," kata Anwar dalam acara menyambut Hari Jantung Sedunia 2014 `Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak untuk Mencegah dan Mengendalikan Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah` di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kuningan, Jakarta, Selasa (7/10/2014)

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), prihatin dengan kondisi seperti ini sekaligus menjadi perhatian serta keprihatinan bersama sebagai anggota profesi, yang bekerjasama dengan masyarakat.

"Karena PERKI sendiri memiliki kerjasama yang erat dengan Yayasan Jantung Indonesia, dan kita memiliki gerakan bersama melakukan edukasi dalam hal promosi dan preventif mengenai penyakit kardiovaskular di masyarakat," kata dia menekankan.

2 dari 2 halaman

Data kasus PTM

Dalam kesempatan itu Anwar juga membeberkan data jumlah kasus penderita penyakit tidak menular (PTM) lainnya yang sungguh memprihatinkan;

1. Hipetensi : 1 di antara 4 orang penduduk Indonesia, termasuk anak muda.
2. Kolesterol : 40 persen (40 dari 100) penduduk Indonesia mengalami kolesterol tinggi
3. Kencing manis : 7 persen dari penduduk Indonesia, termasuk usia muda
4. Perokok : jumlah ini terus mengalami peningkatan, dan saat ini jumlahnya mencapai 40 sampai 60 persen.

"Ini semua memiliki dampak pada tingginya jumlah penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia," kata Anwar.

Untuk contoh kasus yang pernah dialami oleh Anwar adalah saat ia menangani seorang pasien berusia 30 tahun yang terkena serangan jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta. "Seharusnya `kan, di usia yang masih sangat muda itu, dia bisa melakukan cukup aktivitas," kata Anwar.

Meski di Indonesia belum ada laporan yang mengatakan bahwa remaja usia belasan tahun terserang penyakit jantung koroner, tapi di luar negeri terutama di Eropa, tidak sedikit remaja menderita penyakit mematikan nomor 1 di dunia ini.

"Di Indonesia yang termuda usianya 30 tahun, belum ada yang belasan tahun," kata dia menekankan.