Sukses

Kosmetik Oplosan Sangat Berbahaya

Liputan6.com, Jakarta: Beberapa orang melihat hasrat manusia menjadi cantik hanya sebagai cara meraih keuntungan. Di Karawang, Jawa Barat, misalnya. Belum lama ini, para pelaku membuat kosmetik oplosan dengan bahan baku zat pewarna tepung, zat pemutih dicampur pewangi. Kosmetik dikemas dalam botol kecil dan diberi label, kemudian dilepas dengan harga relatif murah, yakni Rp 75 ribu per lusin. Bahkan, wilayah pemasaran produk ini mencakup seluruh Pulau Jawa [baca: Tergiur Keuntungan, Kosmetik Oplosan Marak].

Efek kosmetik semacam ini untuk kesehatan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Menurut Eddy Karta, seorang dokter ahli kulit, kosmetik sejenis bisa menimbulkan aneka jenis kerusakan pada tubuh, baik ringan maupun berat.

Kenyataannya di Indonesia, produk kosmetik berbahaya bukan hanya produk berharga murah. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan puluhan produk kosmetika mengandung merkuri, rhodamine dan zat warna berbahaya, beredar di pasar Indonesia. Sebagian di antaranya berharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Alhasil, konsumen harus jeli memilih produk. Konsumen sebaiknya memastikan ada izin BPOM tertera pada kemasan produk [baca: Jerat Kosmetik Beracun].(ANS)

    Loading