Sukses

1.023 Bus VIP Dikerahkan Bawa Calon Haji dari Madinah ke Makkah

Liputan6.com, Jakarta Calon haji mulai diberangkatkan dari Madinah ke Makkah. Pada Minggu 12 Juni 2022, kloter SOC 1 dan JKG 1 diberangkatkan pada pukul 17.00 waktu Saudi.

Selanjutnya, pemberangkatan calon haji 2022 dari Madinah ke Makkah akan dilakukan dalam lima waktu. Mulai pukul 06.00 hingga 16.00 waktu Saudi.

Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Madinah, Zaenal Muttaqin Arifin mengatakan, 1.023 bus dikerahkan untuk membawa 46 ribu jemaah haji dari 115 kloter.

"Kapasitas bus mayoritas seatnya 49 dan rata-rata satu rombongan 45, ada juga 43, 41 sehingga lebih nyaman di bus," kata Zaenal kepada Media Center Haji (MCH) di sela persiapan pemberangkatan jemaah calon haji dari Madinah ke Makkah.

Zaenal mengatakan, jemaah akan langsung diantarkan ke hotel setelah sampai di Makkah. Pemberangkatan terakhir jemaah ke Makkah dijadwalkan 18 Juni mendatang.

"Tapi lihat nanti konfirmasinya," kata Zaen.

Zaen memastikan bus yang membawa jemaah dari Madinah ke Makkah laik jalan. Sebab usia bus tak ada yang lebih dari lima tahun.

"Kami sudah melakukan kontrak, syaratnya bus paling tua tahun 2018-2021. Insyaallah layak guna dan upgrade, kita lihat mobilnya kelas VIP, walaupun kontrak kelas biasa diberikan kelas VIP," kata Zaen.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1443H sudah tiba di Mekkah pada Kamis 9 Juni 2022 waktu Saudi.

Setelah melakukan rapat koordinasi, seluruh petugas siap menyambut kedatangan jemaah calon haji.

2 dari 3 halaman

Cek Kesiapan

 

Jemaah yang akan pertama kali adalah jemaah gelombang satu yang diberangkatkan dari Madinah pada tanggal 12 Juni besok, ba'da Ashar. Jemaah berangkat terdiri dari dua kloter yakni SOC 1 dan JKG 1.

"Persiapan di Makkah sendiri, Alhamdulillah semua petugas sudah hadir di sini, baik sektor, Daker semua sudah siap. Tadi malam sudah dilakukan koordinasi dan pagi ini sudah siap melakukan tugas melaksanakan persiapan baik itu akomodasi, katering dan transportasi," kata Kadaker Makkah, Mukhammad Khanif, kepada Media Center Haji (MCH) di Mekkah, Sabtu (11/6/2022).

Untuk akomodasi, kata Khanif menyebut, penempatan jemaah berbasis zonasi. Penerapan zonasi agar petugas bisa memahami karakteristik para jemaah haji sesuai daerah asalnya.

Ada lima sektor yang dipersiapkan yakni, sektor satu untuk jemaah dari embarkasi Lombok dan Surabaya. Kemudian sektor dua dari embarkasi Batam dan Ujung Pandang.

Sektor tiga untuk embarkasi Banjarmasin, Jakarta Pondok Gede, Palembang dan Medan Sumatera Utara. Sektor empat untuk embarkasi Solo, Padang, Banjarmasin dan terakhir sektor lima untuk embarkasi Jakarta Bekasi dan Misfalah.

"Kita berharap petugasnya juga berasal dari wilayah yang sama, karena banyak kita temukan jamaah yang belum memahami secara utuh mengenai bahasa misalnya. Nah pendekatan yang zonasi ini diharapkan bisa memberi pelayanan yang lebih baik lagi," jelasnya.

Khusus untuk dua kloter yang akan diberangkatkan ke Mekkah besok, untuk SOC 1 akan menginap di Hotel Kiswah. Sementara jemaah JKG 1 akan menginap di Hotel Luluah di sektor 3.

3 dari 3 halaman

145 Petugas Kesehatan Bersiaga

Sebanyak 145 petugas dan tenaga kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) siap melayani jamaah calon haji Indonesia di Mekkah, Arab Saudi selama pelaksanaan ibadah haji 1443H/2022M.

"Total 145 orang petugas dan tenaga kesehatan di Mekkah, dibantu tenaga pendukung kesehatan 106 orang dari mukimin menjadi pendamping orang sakit, pengemudi ambulans dan tenaga penghubung rumah sakit," kata Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Mekkah M Imran Saleh H seperti dilansir Antara.

Dia menjelaskan KKHI Daker Mekkah selain memiliki dokter umum juga diperkuat dua spesialis paru, tiga orang spesialis penyakit dalam, tiga spesialis jantung, dua spesialis syaraf, dua spesialis anestesi, dua spesialis bedah, satu spesialis ortopedi, dua spesialis jiwa, satu spesialis emergency dan satu dokter gigi.

Selebihnya, KKHI juga dilengkapi oleh perawat, ahli gizi, apoteker, perawat ICU, perawat ruang operasi dan tenaga penunjang medis.

Selain di KKHI, tenaga kesehatan juga tersedia di sektor yang memiliki 11 tenaga kesehatan terdiri dari dua dokter, dan perawat serta tenaga pendamping kesehatan dan kloter sehingga penanganan jamaah yang sakit bisa cepat dilakukan.

Jika tidak bisa ditangani oleh dokter di kloter maka ditangani oleh petugas kesehatan di sektor yang juga tersedia dokter, jika memerlukan penanganan lanjut dirujuk ke KKHI atau dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi.

 

Reporter: Lia Harahap

Sumber: Merdeka