Sukses

5 Kisah Unik tentang Kiswah yang Jarang Diketahui

Liputan6.com, Jakarta - Kakbah merupakan bangunan suci yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail. Kakbah pun menjadi kiblat umat muslim diseluruh dunia.

Kakbah aslinya merupakan bangunan yang tersusun dari batu dan tertutup oleh kain berlapis emas yang disebut kiswah.

Kain ini biasanya diganti setiap tahun pada tanggal 9 Dzulhjjah, hari ketika jamaah haji berjalan ke Bukit Arafah pada musim haji.

Nama kiswah dalam bahasa Arab berarti selubung atau kain yang dikenakan pada peti dan seasal dengan kata kisui dalam bahasa Ibrani.

Setiap tahun, kiswah Kakbah lama diangkat, dipotong-potong menjadi beberapa bagian kecil dan dihadiahkan kepada beberapa orang, pejabat Muslim asing yang berkunjung, dan organisasi asing.

Pada massa sebelumnya, Umar bin Khattab juga melakukannya. Setiap kiswah lama diangkat juga akan dipotong-potong menjadi bagian kecil pula.

Namun yang membedakan adalah potongan kecil kiswah tersebut dibagikan kepada para jemaah yang hendak menggunakannya sebagai pelindung dari panasnya suhu kota Makkah.

Kain ini memiliki luas 658 meter persegi dan terbuat dari sutera seberat 670 kilogram. Jahitannya terdiri dari benang emas seberat 15 kilogram. Jahitan ayat-ayat Alquran dilakukan secara manual, meski terkadang menggunakan komputer.

Selain itu, kiswah memiliki kisah unik di dalamnya. Berikut 5 kisah unik kiswah Kakbah

 

2 dari 7 halaman

1. Tidak Selalu Berwarna Hitam

Pada masa Bani Umayyah, kain penutup Kakbah atau kiswah diganti dua kali selama satu tahun yaitu saat Asyura dan akhir Ramadan dan tidak selalu berwarna hitam.

Pada zaman Fatimiyin, Kiswah Kakbah pernah berwarna putih. Selanjutnya, pada zaman Bani Abbasiyayah kiswah pernah berwarna merah. 

Kemudian di zaman al-Ma’mun, pengganti kiswah Kakbah tiga kali dalam setahun yakni saat hari Tarwiyah menggunakan kiswah berwarna merah, pada awal bulan Rajab diganti dengan kiswah Mesir, dan saat Idul Fitri berwarna putih.

Hal tersebut berlanjut sampai zaman Muhammad Subuktain dengan Kiswah berwarna kuning, zaman An-Nasir Lidinillah al-Abbasy kiswah berwarna hijau.

Dikarenakan hal itu mengusik benak Kalifah al-Mamun dari Dinasti Abbasiyah, hingga akhirnya diputuskan bahwa sebaiknya warna kiswah itu tetap dari waktu ke waktu yakni hitam. Hingga saat ini, meskipun kiswah diganti setiap tahun, tetapi warnanya selalu hitam.

 

3 dari 7 halaman

2. Menteri Agama Indonesia Sempat Menyulam Kiswah

Lukman Hakim Saifuddin selaku Menteri Agama RI Indonesia yang menjabat sejak 2014 lalu, memperoleh kehormatan dengan diberi kesempatan oleh Kerajaan Arab Saudi untuk ikut menyulam kiswah Kak'bah yang akan dipasang pada 9 Dzulhijjah 1436H atau musim haji tahun 2015.

Selain itu, hasil bantuan sulaman Lukman tersebut dipasang pada tanggal 9 Dzulhijah 1436 H di Kakbah saat waktu pergantian kiswah yang telah dijadwalkan setiap tahunnya.

Dilansir dari Antara bahwa pada waktu sebelumnya, Lukman bertolak menuju Arab Saudi pada hari Sabtu 14 maret 2015, untuk memenuhi undangan khusus dari Menteri Urusan Islam, Wakaf, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi.

Dalam kunjungannya saat itu selain membantu menyulam kiswah juga diagendakan untuk bertemu dengan Sekjen Rabithah Alam Islamy, Syeikh Abdullah bin Abdul Muhsin al Turkiy di Makkah guna membahas rencana kerjasama. 

 

4 dari 7 halaman

3. Kiswah Untuk Masjid Istiqlal

Raja Arab Saudi Salman Abdulazis Al Saud pada tahun 2017 pernan memberikan kain kiswah penutup Kakbah sebagai cenderamata untuk Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Dilansir dari Antara, pengelola Masjid Istiqlal sangat gembira menerima buah tangan dari Raja Salman itu. Kain kiswah yang diberikan Raja Salman panjangnya sekitar dua meter dan lebarnya 45 sentimeter. Kain itu dipajang di ruangan tamu penting Masjid Istiqlal.

Selama mengunjungi Masjid Istiqlal, selain memberikan kiswah Raja Salman juga melakukan salat sunah penghormatan atau tahyiatul masjid serta mengisi buku tamu berikut pesan untuk Masjid Istiqlal.

 

5 dari 7 halaman

4. Pernah dilelang KPK

Pada tahun 2018 lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melelang satu lembar kain kiswah atau penutup Kakbah.

Hal tersebut terkait kasus tindak pidana korupsi yang menjerat mantan Menteri Agama Suryadharma Ali, pemilik kain kiswah yang disita KPK.

Kain dengan ukuran 80 cm x 59 cm itu dilelang dengan harga pembukaan Rp 22,5 juta. Kain tersebut ditawar oleh pengusaha asal Madura bernama Jufri Saad. Menurut Jufri, harga Rp 450 juta itu terbilang murah dibanding harga aslinya.

Jufri mengaku sudah mengincar kain penutup Kakbah ini sejak dia mengetahui kain tersebut akan dilelang di Gedung Penunjang KPK. Dia menyatakan tak akan menjual kembali kain tersebut.

 

6 dari 7 halaman

5. Tersingkap Badai Pasir

Sebagian kawasan Makkah, Arab Saudi, dilanda hujan lebat disertai angin kencang pada Minggu, 19 Agustus 2018. Di Masjidil Haram, kiswah Kakbah sampai tersingkap karena sapuan angin kencang.

Badai dan angin kencang yang membuat kain penutup Kakbah tersingkap, dan membuat sejumlah benda beterbangan akibat angin kencang. Akibatnya, kepanikan sempat melanda jemaah haji yang sedang beribadah saat itu.

Kendati demikian, badai pasir dan hujan deras itu tidak berlangsung lama. Kepanikan jemaah pun dapat diatasi karena petugas khusus segera menangani dengan sigap. Tidak ada laporan tentang jatuhnya korban dan prosesi tawaf oleh jemaah haji pun kembali dilanjutkan.

 

Reporter : Nabila Bilqis

7 dari 7 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kini Jemaah Umrah Bisa Beli Tikar dan Tisu Basah Buatan Indonesia di Arab Saudi
Artikel Selanjutnya
Menag Lukman Bakal Tingkatkan 2 Pelayanan Ini di Musim Haji Tahun Depan