Sukses

Suhu di Makkah 42 Celcius, Jemaah Calon Haji Diminta Jaga Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta - Jelang kedatangan jemaah ke Makah, para calon haji diminta untuk mempersiapkan diri menghadapi cuaca yang cukup menyengat. Mereka diminta tetap jaga kesehatan agar tubuh tetap prima.

"Suhu udara 42 celcius, panas sekali," kata Kepala Sektor 10 di Masjidil Haram, Nurul Badruttamam saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (13/7/2019).

Kondisi panas tersebut dinilainya akan memberikan pengaruh bagi kesehatan para jemaah haji dari Indonesia. Untuk itu, para jemaah calon haji diminta banyak minum air dan mengonsumsi buah.

"Banyakin minum air dan makan buah-buahan. Gunakan penutup kepala jika keluar dari pemondokan dan jaga selalu kondisi badan akan tetap prima dan sehat," kata dia.

Jemaah calon haji dari embaraksi Solo direncanakan akan menjadi kloter pertama yang tiba di Makkah. Mereka akan dibawa menggunakan bus dari Madinah menuju Makkah pada Selasa 16 Juli 2019.

"Untuk Kloter SOC Embarkasi Solo, terbagi menjadi dua Sektor yang menangani yaitu Sektor 10 dan 11. Kedatangan perdana di Sektor 10 Makkah adalah SOC 2 (asal dari Kab Sukoharjo Jateng) estimasi kedatangan di Makkah pada hari Selasa 16 Juli 2019 Pukul 15.25 WAS dengan jumlah jemaah 360 orang," jelas Nurul.

Untuk menyambut kedatangan para tamu Allah tersebut, tim Sektor 10 Makkah telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan pengecekan ulang kesiapan layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi untuk calon haji.

"Layanan kesehatan dan konsultasi bimbingan ibadah sudah kita siapkan," ujar dia.

 

2 dari 3 halaman

Koordinasi Aktif Antar Tim

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi secara aktif terkait persiapan teknis layanan kedatangan jemaah haji di wilayah Sektor 10 Makkah. Koordinasi dilakukan antartim Sektor 10 dengan petugas Kloter SOC.

"Sektor 10 Makkah, juga turut aktif juga memproduksi informasi-informasi dan edukasi terkait haji dalam bentuk infografis untuk mempermudah jemaah haji memahami rangkaian perjalanan operasional haji dari A-Z," ujar dia.

Terkait antisipasi jemaah yang tersasar di Masjidil Haram, ia mengimbau agar para tamu Allah itu tidak sendirian ketika keluar dari pemondokan atau ke Masjidil Haram. Bawa identitas pribadi dan gelang tetap selalu dipakai, kenali pahami betul lokasi hotel atau pemondokan yang di tempati.

"Bila terpisah dari rombongan, minta bantuan kepada Petugas Haji Indonesia atau antar jemaah haji," demikian imbauan Nurul Badruttamam.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Sri Mulyani Dorong RI jadi Pemain Utama di Bisnis Haji dan Umrah
Artikel Selanjutnya
Gua Hira, Napak Tilas Perjalanan Rasulullah Terima Wahyu Pertama