Sukses

Bukber di Pentagon, Pensiunan Tentara AS Baca Alquran

Komunitas Muslim di markas besar Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon, menggelar buka puasa bersama. Sejumlah tokoh hadir, termasuk Talib Shareef, purnawirawan angkatan udara yang kini menjadi Imam Masjid Muhammad di Washington DC.

Dalam acara ini, selain makan bersama, sejumlah acara digelar, seperti ceramah agama, pameran budaya muslim dan pembacaan ayat-ayat suci Alquran. Dan Talib mendapat kesempatan untuk melantunkan ayat-ayat suci Alquran.

Selain Talib, seorang bocah 9 tahun yang merupakan anak seorang staf di Pentagon juga mendapat tugas untuk membaca ayat Alquran.

Ramadan tahun ini datang ketika situasi di Timur Tengah dan Afrika Utara sedang bergejolak dan Amerika baru saja diguncang dua ledakan bom dalam maraton Boston.

Ketika dimintai tanggapan mengenai hal itu, Andre Carson, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang beragama Islam mengatakan, "Kita harus duduk semeja dengan mereka yang tampak berbeda dari kita. Orang-orang yang mungkin punya pandangan ideologi dan agama berbeda. Dan melakukan apa yang terbaik bagi umat manusia karena itulah yang disampaikan Allah kepada kita dalam Alquran," ujar Andre saat menjadi penceramah di acara buka puasa yang digelar pada Jumat 12 Juli 2013 tersebut, seperti dimuat VOA Indonesia edisi 17 Juli.

Muslim Pertama Jadi Anggota DPR AS

Keith Ellison, muslim pertama yang menjadi anggota DPR Amerika dan menjadi penceramah utama pada acara malam itu, mengatakan, salah satu inti ajaran Islam adalah bahwa hal-hal yang dikejar, disembah, dan mati-matian hendak diraih bisa menjadi bentuk ibadah.

Tetapi, lanjut Ellison, ada hal yang patut kita lakukan, yaitu berbuat baik sesuai kemampuan, yaitu menemani orang berusia lanjut yang tinggal sendirian, misalnya, atau memberi les matematika gratis, dan berbagai bentuk lain yang akan mengalihkan kita dari hanya mengejar hal-hal yang tidak perlu.

"Pelayanan pada orang lain itu menular. Kebaikan punya cara mengubah orang lain untuk membantu orang lain berbuat sama, berbuat baik bagi orang lain," ujar Ellison.

Ellison berharap selama Ramadan umat Islam tidak hanya lebih giat membaca Alquran dan memperbanyak salat, tapi juga menggunakan kesempatan ini untuk berbuat baik kepada ciptaan Tuhan.

10 Ribu Tentara Muslim AS

Sekitar 1 persen tentara AS beragama Islam dengan latar belakang yang beragam. Jumlah tersebut diperkirakan akan lebih besar, berkisar antara 10 ribu hingga 15 ribu orang, karena tidak semua tentara secara terbuka mengungkap agama mereka.

Acara tahunan ini dihadiri lebih dari 200 orang, umumnya anggota militer yang masih aktif maupun sudah pensiun, bersama keluarga mereka. Hadir sejumlah atase atau perwakilan badan pertahanan negara-negara Islam, seperti Bahrain.

America’s Islamic Heritage Museum memeriahkan acara dengan pameran eksistensi komunitas muslim pada awal berdirinya AS dan keterlibatan tentara muslim AS dalam membela negara.

Antara lain diperlihatkan kepedulian presiden-presiden AS terhadap muslim, baik di AS sendiri maupun negara lain. Museum tersebut juga memberi Alquran serta buku mengenai Ramadan dan Islam di Amerika, kepada para hadirin. (Riz/Yus)