Sukses

18 Juni 1928: Amelia Earhart Jadi Wanita Pertama yang Lintasi Samudra Atlantik

Sejak berhasil mencetak sejarah tersebut, Amelia Earhart aktif mendorong keterlibatan perempuan dalam dunia penerbangan.

Liputan6.com, Jakarta - Hari ini, sekitar 80 tahun yang lalu, tepatnya 18 Juni 1928, Amelia Earhart menjadi wanita pertama yang terbang melintasi Samudra Atlantik sebagai penumpang pesawat Fokker yang dikemudikan oleh Wilmer Stultz dan Louis Gordon.

Lahir di Atchison, Kansas, pada tahun 1897, Earhart baru mulai terbang setelah dia pindah ke California pada tahun 1920.

Dilansir laman NASA, Selasa (18/6/2024), setelah mengambil pelajaran dari pionir penerbangan Neta Snook di Curtiss Jenny, Earhart memecahkan rekor ketinggian penerbangan untuk kategori wanita pada tahun 1922.

Sejak itu, Earhart terus mempromosikan perempuan dalam dunia penerbangan dan pada tahun 1928 menjadi perempuan pertama yang terbang melintasi Samudra Atlantik. Mendampingi pilot Wilmer Stultz dan Louis Gordon sebagai penumpang pesawat Fokker Friendship, Earhart menjadi semakin dikenal usai berhasil menyelesaikan penerbangan tersebut.

Pada Mei 1932, Earhart menjadi wanita pertama yang terbang sendirian melintasi Atlantik. Sementara pada tahun 1935, ia berhasil menyelesaikan penerbangan solo pertamanya dari Hawaii ke California.

Sementara itu, Earhart terus mempromosikan penerbangan dan membantu mendirikan kelompok Ninety-Nines, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk penerbang perempuan.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Hilang dalam Misi Keliling Dunia

Pada 1 Juni 1937, Earhart dan navigatornya, Fred Noonan, meninggalkan Miami, Florida untuk melakukan misi penerbangan keliling dunia. Namun, mereka dan pesawatnya, Lockheed Electra, menghilang setelah singgah di Lae, New Guinea pada tanggal 29 Juni 1937. Ketika itu, misi perjalanan Earhart hanya tersisa 7.000 mil sebelum ia berhasil menyelesaikannya.

Kejadian hilangnya Earhart menyisakan teka-teki. 

Ada sejumlah hipotesis tentang nasib sang penerbang. Pertama, ia diduga jatuh dan tenggelam.

Sementara, dugaan lain menyebut, Amelia Earhart berakhir di Pulau Gardner atau yang sekarang bernama Nikumaroro.

Hipotesis kedua didukung penelitian yang dilakukan The International Group for Historic Aircraft Recovery (TIGHAR).

TIGHAR mendapatkan informasi bahwa pada tahun 1940, Gerald Gallagher, seorang kolonel Britania Raya, yang memiliki lisensi pilot, mengirim pesan.

Ia menemukan sebuah kerangka, bersama dengan kotak tua di bawah pohon di sisi tengara Pulau Gardner yang tak berpenghuni.

Gerald Gallagher diperintahkan untuk mengirim jasad tersebut ke Fiji dan pada tahun 1941 dilakukan pemeriksaan detail tulang tersebut.

Hasilnya, tulang tersebut diyakini milik seorang laki-laki. Namun, pada 1998, sebuah analisis data pengukuran oleh ahli antropologi menemukan hal berbeda.

Analisis tersebut menyatakan kerangka tersebut milik seorang wanita asal "Eropa Utara yang bertubuh tinggi dan berkulit putih." Sayangnya, kerangka tersebut sudah lama hilang di Fiji.

TIGHAR juga menemukan sejumlah artefak yang diduga berasal dari pesawat Electra yang dipiloti Amelia Earhart.

 

3 dari 4 halaman

Misteri Lain

Sementara itu, selembar foto yang ditemukan di US National Archives memicu spekulasi lain: perempuan pemberani itu selamat dalam pendaratan di Kepulauan Marshall, tapi kemudian ditangkap oleh pihak Jepang.

Dalam acara bertajuk "Amelia Earhart: The Lost Evidence" di History Channel, pada foto terlihat seorang wanita yang tampak seperti Amelia Earhart dan seorang pria yang tampak seperti kopilotnya, Fred Noonan. 

Foto itu menunjukkan seorang wanita berambut pendek, amat mirip dengan potongan rambut Amelia Earhart, sedang duduk di suatu dermaga dengan punggung menghadap ke kamera.

Seorang pria yang tampak seperti Noonan terlihat berdiri dalam jarak dekat di belakang wanita tersebut.

Kent Gibson, seorang pakar pengenalan wajah, mempelajari foto itu. Dalam tayangan History Channel tersebut ia mengatakan bahwa foto itu adalah "bukti yang amat meyakinkan" tentang Noonan.

Ia menjabarkannya, "Garis rambutnya menjadi ciri yang paling khas. Hidungnya juga amat mancung."

4 dari 4 halaman

Jadi Inspirasi dalam Dunia Penerbangan Perempuan

Meskipun banyak misteri menyelimuti hilangnya Amelia Earhart, kontribusinya terhadap isu-isu penerbangan dan perempuan telah menginspirasi banyak orang selama 80 tahun.

Sehingga 45 tahun kemudian pada tanggal 18 Juni 1983, Sally Ride mencetak sejarah baru setelah Earhart dan menjadi wanita AS pertama yang terbang ke luar angkasa.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini