Sukses

12 Juni 1962: 3 Tahanan Kabur dari Penjara Alcatraz Bermodalkan Sendok dan Rakit Buatan

Penjabat sipir penjara mengatakan, pelaku menaruh kepala boneka yang terbuat dari campuran sabun, tisu toilet, dan rambut asli di tempat tidur mereka.

Liputan6.com, San Francisco - Tiga tahanan berhasil keluar dari penjara Alcatraz di California, Amerika Serikat menggunakan sendok dan rakit buatan sendiri.

Frank Lee Morris dan dua saudaranya, Clarence dan John Anglin, yang semuanya dihukum karena perampokan bank, melarikan diri pada malam malam dari penjara yang terletak di pulau terkenal tersebut.

Lokasi penjara ini ada di Teluk San Francisco yang terkenal dengan tingkat keamanannya yang tinggi, dikutip dari BBC, Rabu (12/6/2024).

Penjabat sipir penjara mengatakan, mereka menaruh kepala boneka yang terbuat dari campuran sabun, tisu toilet, dan rambut asli di tempat tidur mereka.

Fungsinya untuk mengelabui petugas penjara yang melakukan pemeriksaan malam hari.

Mereka kemudian memotong bagian belakang sel mereka dengan sendok tajam, merangkak keluar dan naik ke atap melalui saluran ventilasi, memanjat pipa ke tanah, lalu berjalan ke pantai pulau.

Petugas penjara mengatakan, mereka menggunakan rakit darurat dari kayu apung dan jas hujan yang dijahit bersama untuk membuat ponton agar dapat mengapung menjauh dari Alcatraz, yang juga dikenal sebagai The Rock.

Setidaknya 100 pasukan bersenjata telah bergabung dengan polisi militer dalam perburuan mereka terhadap tiga narapidana yang mengenakan seragam penjara biru. Polisi telah memperingatkan masyarakat untuk tidak mendekati para pria itu.

Pulau Alcatraz hanya berjarak satu mil dari daratan utama. Namun, perairan Teluk San Francisco berbahaya dan sangat dingin. Jika para tahanan yang melarikan diri itu jatuh, kecil kemungkinan mereka untuk selamat.

Alcatraz, yang menampung sekitar 270 penjahat kelas kakap, terkenal dengan tingkat keamanannya yang tinggi berkat struktur bangunannya, keterpencilannya dari daratan Utama.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.