Sukses

Gelombang Varian Baru COVID-19 Berpotensi Hantam Rusia

Liputan6.com, Jakarta - Sub-varian virus corona Omicron, BQ.1.1 Cerberus lebih menular dibanding varian sebelumnya sehingga berpotensi menciptakan gelombang baru COVID-19 di Rusia.

Hal itu disampaikan kepala spesialis penyakit menular Kementerian Kesehatan Rusia, Vladimir Chulanov.

"Sub-varian Cerberus baru adalah versi dari Omicron. Meski tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa itu lebih menular (yang menyebabkan gejala lebih parah), namun varian tersebut mampu menyebar dengan cepat."

"Itulah sebabnya lonjakan kasus (COVID-19) tidak dapat dikesampingkan," lanjutnya seperti dikutip di akun Telegram Kemenkes Rusia sebagaimana diwartakan TASS, dikutip dari Antara, Sabtu (26/11/2022).

Sementara itu para pakar menegaskan bahwa kaum lansia dan pasien dengan penyakit kronis harus berhati-hati terutama selama musim gugur dan musim dingin, sebab "mereka yang paling banyak dirawat di rumah sakit."

Lembaga negara Federal Service for Surveillance on Consumer Rights Protection and Human Wellbeing pada Selasa melaporkan bahwa selama sepakan terakhir Rusia tidak melaporkan kasus baru COVID-19 Omicron sub-varian BQ.1 dan BQ.1.1 Cerberus.

Namun demikian, sub-varian BA.4 dan BA.5 menyumbang sekitar 97 persen dari semua kasus.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

COVID-19 Melonjak di Kota China

China telah memberlakukan serangkaian lockdown akibat COVID-19 terbaru, termasuk di kota tempat para pekerja di pabrik iPhone terbesar di dunia bentrok dengan polisi minggu ini. Hal ini karena China mencatat rekor kasus harian tertinggi.

Dilansir The Guardian, Jumat (25/11/2022), komisi kesehatan nasional melaporkan 31.444 kasus baru COVID-19 yang ditularkan secara lokal pada hari Rabu, angka harian tertinggi sejak Virus Corona pertama kali terdeteksi di pusat kota Wuhan di China pada akhir tahun 2019.

Pemerintah China merespons dengan memperketat pembatasan COVID di kota-kota, termasuk Beijing, Shanghai, dan Guangzhou, dan memerintahkan pengujian COVID-19 secara massal.

Di Zhengzhou, Provinsi Henan, di mana terjadi bentrokan pada Selasa dan Rabu antara polisi dan pekerja yang memprotes dari pabrik iPhone Foxconn, pihak berwenang mengumumkan lockdown selama lima hari untuk sekitar 6 juta orang. Warga diperintahkan untuk tinggal di rumah dan melakukan tes PCR setiap hari dalam upaya perang melawan virus.

Seorang pekerja mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa protes telah dimulai karena perselisihan tentang bonus yang dijanjikan di pabrik Foxconn dan kondisi kehidupan yang “kacau”.

Foxconn, pemilik pabrik yang berbasis di Taiwan, yang mempekerjakan sekitar 200.000 orang di Zhengzhou, sangat ingin mempertahankan operasi pabrik setelah beberapa kasus COVID memaksanya untuk mengunci fasilitas, dan merekrut pekerja baru dari seluruh negeri.

Sementara itu, karyawan mengatakan protes dimulai setelah perusahaan mengubah ketentuan gaji mereka. 

3 dari 3 halaman

Ketatnya Aturan COVID-19 di China

Penegakan ketat kebijakan "dinamis nol COVID" China selama hampir tiga tahun telah membebani ekonominya dan memicu frustrasi di kalangan penduduk.

Pada 11 November, pemerintah mengumumkan akan mempersingkat karantina dan melonggarkan pembatasan lainnya, sebuah langkah yang tampaknya ditujukan untuk mengurangi tekanan ekonomi dan meredakan ketidakpuasan publik. Namun pada saat yang sama, pejabat senior mengingatkan para kader agar tidak lengah.

Di antara langkah-langkah baru, Guangzhou memberlakukan lockdown lima hari di Distrik Baiyun mulai Senin untuk mengekang lonjakan kasus. Warga diminta untuk tinggal di rumah dan angkutan umum telah ditangguhkan, termasuk daerah yang tidak melaporkan infeksi selama tiga hari berturut-turut dapat mencabut pembatasan.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Penyebaran Covid-19 ke seluruh penjuru dunia diawali dengan dilaporkannya virus itu pada 31 Desember 2019 di Wuhan, China
    COVID-19
  • negara yang berada di wilayah Eropa, serta merupakan negara terluas di dunia
    negara yang berada di wilayah Eropa, serta merupakan negara terluas di dunia
    Rusia