Sukses

Tiga Generasi Tewas di Gaza Akibat Kebakaran Tragis

Liputan6.com, Gaza - Kebakaran tragis di Gaza, Palestina, menewaskan 22 orang anggota keluarga yang berasal dari tiga generasi. Pihak berwenang di Gaza berkata kebakaran tak sengaja terjadi ketika persiapan pesta. 

Dilaporkan VOA Indonesia, Senin (21/11/2022), kebakaran itu dipicu secara tidak sengaja oleh seorang laki-laki yang menggunakan bensin dalam trik (sebagai hiburan) pesta. Tetapi tim itu tidak menjelaskan bagaimana mereka bisa sampai pada kesimpulan itu.

Tidak ada satu pun korban selamat yang dapat menggambarkan kejadian tersebut.

Kebakaran pada hari Kamis (16/11) itu terjadi di apartemen tiga lantai keluarga Abu Raya di kamp pengungsi Jabaliya yang padat, di bagian utara Gaza. Awalnya petugas mengatakan 21 orang tewas.

Jaksa Agung Jalur Gaza Mohammed Al Nahal hari Minggu mengatakan jumlah korban tewas kini mencapai 22 orang, tetapi tidak merinci lebih lanjut. Ia menjelaskan kepada wartawan bahwa Nader Abu Raya mengundang orang tua, saudara kandung dan anak-anak mereka untuk merayakan kepulangan kakak laki-lakinya dari luar negeri.

KKetika para tamu duduk di sebuah ruangan, Nader berada di ruang tamu mempersiapkan presentasi sebuah hiburan yang melibatkan penggunaan bensin.

“Dia (Nader Abu Raya.red) kehilangan kendali dan nyala api mencapai wadah bensin di dekatnya. Api pun berkobar,” ujar jaksa yang ditunjuk Hamas itu dalam sebuah pernyataan.

Kebakaran di Jalur Gaza ini adalah insiden yang paling banyak menelan korban jiwa dalam beberapa tahun terakhir ini, di luar konflik Israel dan Palestina.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Tiga Generasi

Mereka yang tewas dalam kebakaran itu berasal dari tiga generasi, yaitu pasangan Nader, lima putra dan satu putri mereka, dua menantu perempuan dan sedikitnya 11 cucu.

Para tetangga berupaya keras menuju ke lantai yang terbakar, tetapi terlambat karena pintu luar gedung tiga lantai itu terkunci.

Tim penyelidik berbicara dengan kerabat Nader yang tidak tinggal di gedung itu. Perempuan itu mengatakan Nader suka melakukan aksi pesta dengan api.

Tidak ada tanya jawab dalam konferensi pers itu setelah jaksa menyampaikan pernyataannya.

Jaksa juga menyajikan video yang direkam sebelumnya dari ponsel Nader. Ia mengatakan video itu menunjukkan rumah yang dipenuhi benda-benda yang berpotensi mudah terbakar, termasuk ban mobil yang dicat dan digantung di langit-langit rumah itu.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS