Sukses

20 Mei 1980: 9 Orang Tewas Setelah Letusan Gunung St Helens

Liputan6.com, Washington - Sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas setelah letusan besar gunung berapi Gunung St Helens di Negara Bagian Washington, Amerika Serikat pada 42 tahun yang lalu, 20 Mei 1980. Banyak lagi yang hilang dan jumlah korban tewas diperkirakan meningkat saat itu.

Seperti dikutip dari BBC, Jumat (20/5/2022), awan abu yang sangat besar telah mengubah siang menjadi malam untuk kota-kota di seluruh barat laut Amerika. Orang-orang telah diberitahu untuk tinggal di dalam rumah dan memakai masker kain kasa. Banyak jalan telah ditutup, kereta api dihentikan dan pesawat di-grounded.

Letusan awal Gunung St Helens terjadi pada pukul 08.32 waktu setempat pada 18 Mei 1980.

Longsoran Abu Panas

Letusan itu memicu gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 dan bagian utara gunung runtuh dalam longsoran besar. Pada saat yang sama, awan abu raksasa berbentuk jamur naik 24 km ke angkasa hanya dalam waktu 15 menit. Kemudian longsoran abu panas, batu apung dan gas yang dikenal sebagai aliran piroklastik mengalir keluar dari kawah.

Angin barat telah meniup jutaan ton abu di seluruh Amerika Serikat mengubah langit biru menjadi abu-abu, 250 mil (400km) jauhnya.

Hampir 150 mil persegi (240 km persegi) hutan telah dihancurkan dan diyakini ribuan hewan liar telah terbunuh.

Salah satu dari mereka yang meninggal adalah selebriti lokal Harry Truman yang berusia 84 tahun. Ia secara konsisten menolak untuk meninggalkan motelnya di kaki gunung di samping Spirit Lake.

Dia tinggal bersama 16 kucing dan 18 rakunnya sementara sekitar 2.000 orang dievakuasi dari daerah itu dalam beberapa minggu terakhir karena gunung itu akan meletus.

Danau itu tersapu habis oleh kekuatan besar letusan bersama dengan aliran lumpur mendidih yang dipicu oleh salju gunung yang meleleh dalam panas yang hebat.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Gunung Berapi Taal di Filipina Semburkan Abu hingga Uap Gas

Sebuah gunung berapi kecil di danau yang indah dekat ibu kota Filipina menyemburkan gumpalan putih uap dan abu sejauh 1,5 km ke langit dalam ledakan singkat pada Sabtu (26/3).

Hal ini lantas mendorong pihak berwenang untuk meningkatkan tingkat siaga dan mendesak ribuan penduduk untuk mengungsi secara protektif dari desa berisiko tinggi.

Magma bersentuhan dengan air di kawah utama gunung berapi Taal di provinsi Batangas, memicu ledakan bertenaga uap yang diikuti oleh emisi yang lebih kecil dan disertai gempa vulkanik, kata Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina, demikian dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (26/3/2022).

Lembaga tersebut meningkatkan alarm di Taal 311 meter, salah satu gunung berapi terkecil di dunia, ke tingkat ketiga dalam sistem peringatan lima langkah, yang berarti "ada intrusi magmatik di kawah utama yang selanjutnya dapat mendorong letusan berikutnya."

Penduduk lima desa tepi danau di kota Batangas, Agoncillo dan Laurel, diperingatkan tentang kemungkinan bahaya, termasuk gas yang bergerak cepat dan material cair serta “tsunami vulkanik” di danau vulkanik, dan didesak untuk mengungsi ke daerah yang lebih aman.

“Itu adalah ledakan yang kuat tetapi sekarang gunung berapi telah stabil,” Walikota Laurel Joan Amo mengatakan kepada The Associated Press melalui telepon.

Ia menambahkan bahwa sekitar 8.000 penduduk di desa-desa berisiko tinggi di kotanya siap untuk dipindahkan ke tempat yang aman jika terjadi aktivitas vulkanik di gunung Taal.

3 dari 3 halaman

Pernah Meletus di Tahun 2020

Renato Solidum dari institut vulkanologi pemerintah mengatakan, masih harus dilihat apakah Taal tiba-tiba menjadi lebih beraktivitas atau stabil.

“Jika kami melihat bahwa tidak ada eskalasi atau tren menurun” setelah dua minggu pemantauan ketat, lembaga tersebut dapat memutuskan untuk menurunkan tingkat siaga, Solidum mengatakan kepada The AP.

Taal meletus pada Januari 2020, menggusur ratusan ribu orang dan mengirimkan awan abu ke Manila, sekitar 65 km ke utara, bandara utama ditutup sementara kala itu.

Filipina terletak di sepanjang Cincin Api Pasifik, wilayah yang rawan gempa bumi dan letusan gunung berapi.