Sukses

Sekjen PBB Sebut Afghanistan di Ambang Kehancuran

Liputan6.com, Kabul - Kondisi Afghanistan di bawah pemerintahan Taliban masih menjadi sorotan dan bahkan menuai keprihatinan. Terbaru, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, pada Rabu 26 Januari 2022 memperingatkan bahwa Afghanistan berada "diambang kehancuran."

PBB bahkan meminta sumbangan total senilai $8 miliar untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan ke lebih dari 22 juta warga Afghanistan tahun ini.

"Keadaan darurat kemanusiaan yang rumit berlangsung di Afghanistan," kata Guterres dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB seperti dikutip dari VOA Indonesia, Kamis (27/1/2022). 

Selama berbulan-bulan, ekonomi Afghanistan anjlok. Kekeringan yang parah dan musim dingin yang brutal yang melanda negara tersebut telah memperburuk penderitaan sehari-hari para warga Afghanistan.

Taliban, yang merebut kekuasaan hampir enam bulan lalu, tidak bisa mengakses miliaran dolar aset pemerintah sebelumnya yang dibekukan di luar negeri, dan masyarakat internasional menunggu untuk melihat apakah Taliban memenuhi janji-janjinya dalam bertindak.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

PBB Berupaya Kumpulkan Sumbangan

Sementara itu, PBB dan mitra-mitranya berusaha memenuhi kebutuhan kemanusiaan yang terus meningkat. Dua minggu lalu, organisasi itu mengatakan membutuhkan bantuan sebesar $4,4 miliar. Pada Rabu 26 Januari, PBB mengajukan permohonan bantuan tambahan senilai $3,6 miliar untuk mendanai layanan sosial yang penting, termasuk kesehatan dan pendidikan, serta pemeliharaan infrastruktur dasar.

Secara total, dibutuhkan dana sebesar $8 miliar guna mencegah warga Afghanistan dari kesusahan berkepanjangan.

Sekjen PBB juga mengimbau masyarakat internasional agar mencabut pembatasan yang merugikan ekonomi Afghanistan. Ia mendesak mereka agar cadangan mata uang dicairkan, dan terlibat kembali dengan bank sentral Afghanistan, serta memberi suntikan dana asing untuk ekonomi negara tersebut yang sangat rapuh.

3 dari 3 halaman

Infografis 6 Cara Efektif Hadapi Potensi Penularan COVID-19 Varian Omicron